Harapan Keadilan di Tengah Proses Hukum Berliku
Di penghujung sesi persidangan yang sarat emosi tersebut, M Syafei menegaskan kembali bahwa dirinya sudah merasa sangat hancur secara personal.
Baginya, pembersihan nama baik di mata hukum mungkin bisa diperjuangkan melalui nota pembelaan, namun memulihkan luka di hati keluarga adalah tantangan yang jauh lebih berat.
Ia berharap majelis hakim dapat melihat kasus ini secara jernih, tidak hanya dari kacamata hukum positif, tetapi juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan keadilan yang utuh bagi dirinya dan keluarganya yang terdampak secara sosial.
Persidangan kasus minyak goreng ini diprediksi masih akan berlangsung panjang dengan agenda pemeriksaan bukti-bukti lainnya dari Jaksa Penuntut Umum.
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik
Masyarakat terus memantau jalannya kasus ini, mengingat dampaknya yang sangat luas terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok.
Namun, curhatan Syafei di ruang sidang kali ini memberikan perspektif baru bahwa di balik setiap berkas perkara yang tebal, terdapat drama manusia yang nyata dan penuh luka yang mungkin jarang tersentuh oleh pemberitaan media arus utama sebelumnya.
Baca Juga: KPK Jerat Enam Tersangka Kasus Suap Impor Libatkan Mantan Pejabat Bea Cukai












