Example floating
Example floating
Daerah

Telur Sebanyak 4,5 Ton Pecah Berserakan – Kasihan Pemilik Telur

A. Daroini
×

Telur Sebanyak 4,5 Ton Pecah Berserakan – Kasihan Pemilik Telur

Sebarkan artikel ini

truk-muatan-telur-ayam-terguling

Ponorogo, Memo.co.id –

Baca Juga: Sukseskan Program KDMP dan KKMP, Dandim 0809/Kediri Undang Silaturahmi LSM dan Wartawan

Jika Anda pemilik telur sebanyak 4,5 ton kemudian tiba tiba tumpah dan berserakan di jalan, apa reaksi Anda. Bayangan Anda pasti berapa yang hancur dan berapa kerugiannya ? Jika Anda sopir, membawa telur sebanyak 4,5 ton kemudian tumpah berserakan, bagaimana reaksi Anda ? Tekor, dipecat dan nasib menggulung Anda.

Nah, ini terjadi di Desa Pangkal Kecamatan Sawo Kabupaten Ponorogo. ” Kasihan Pak sopirnya. Bawa telur sebanyak itu, terguling di jalan. Apalagi telurnya semua berserakan. Sebagian besar pecah pecah. Saya saja bisa membayangkan, bagaimana urusannya nanti,” kata Sumijan, warga Durisawo, yang sempat membantu mengumpulkan telur telur dalam wadahnya.

Baca Juga: Respon Aduan Masyarakat, Saluran Irigasi di Kelurahan Ngampel Sepanjang 115 Meter Langsung Direhab Pemkot Kediri

Sumijan bersama rekan rekannya, kebetulan lewat. Malum pada malam hari, sehingga, sifat sosialnya timbul. Kata lelaki itu, kelihatan sekali sopirnya tatapannya bolong. Banyak berdiam diri, meski sambil cepat cepat mengumpulkan telur telur yang tumpah di jalan. Pikir dia, mimpi apa dia sebelumnya.

Namanya Lumidi. Sopir truk tersebut tinggal di Blitar. Dia mau kirim telur ke kota Tangerang, melewati jalur selatan. Jalur tersebut sebenarnya cukup aman jika dilalui kendaraan besar maupun kecil. Hanya saja, nasib Lumidi tidak baik. Ketika mengendarai truk bernopol AG 8308 UI, tepatnya di Desa Pangkal Kecamatan Sawo, lelaki itu dikejutkan dengan iring iringan sepeda motor dari arah berlawanan.

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

Saat berpapasan, jalan berada di tikungan. Karena tikungan itulah, Lumidi tidak bisa melihat dari arah kejauhan. Arak arakan sepeda motor dari sebuah klub motor tersebut, memenuhi bahu jalan dengan kecepatan cukup kencang. Mereka juga kesulitan karena berpapasan dengan truk milik Lumidi, ketika berada di tikungan desa Pangkal itu.

Spontan, LUmidi banting setir untuk menghindari tabrakan. Selamat, karena tidak terjadi tabrakan. Rombongan klub sepeda motor juga terus melaju meskipun sebelumnya juga terlihat kaget dan banting setir menghindari truk yang disopiri Lumidi.

Namun, ketika banting stir tersebut, truk dengan muatan telur 4,5 ton itu oleng. Lumidi tidak bisa mengendalikan sehinga truknya juga terguling. Semua telur yang ada di bak belakang tumpah berantakan. Berutung saja, semua warga yang mengetahui kejadian itu membantu. Telur telur yang berserakan dikembalikan ke tempatnya dan Lumidipun balik kucing, menghitung kerugiannya. ( nn )truk yang dia sopiri guling. (dny)