Example floating
Example floating
Home

Taruhannya Nyawa, Inilah Pekerjaan Paling Berbahaya di Dunia

A. Daroini
×

Taruhannya Nyawa, Inilah Pekerjaan Paling Berbahaya di Dunia

Sebarkan artikel ini
Pekerjaan sebagai teknisi turbin angin ini termasuk dalam daftar pekerjaan paling berbahaya di dunia

Salah satu faktor yang membuat banyak orang tertarik bekerja sebagai teknisi turbin angin adalah besarnya gaji yang mereka terima. Pada tahun 2017, rata-rata gaji tahunan seorang teknisi turbin angin mencapai $52.000 atau setara dengan 754 juta rupiah.

Sebelum melakukan perawatan atau perbaikan, para teknisi turbin angin menggunakan perlengkapan keselamatan yang lengkap, mulai dari sepatu tanpa logam hingga sarung tangan tahan api. Mereka juga tidak boleh bekerja sendirian dan biasanya bekerja dalam tim yang terdiri dari dua orang.

Baca Juga: Langkah Berani KPK Usut Tuntas Skandal Kuota Haji 2024 Seret Yaqut dan Jokowi

Bagian paling sulit dijangkau pada turbin angin adalah baling-balingnya. Untuk memperbaikinya, teknisi menggunakan metode akses tali (Rope access), yang melibatkan penggunaan tali pengaman untuk naik ke lokasi yang sulit dijangkau. Mereka juga menggunakan generator portable untuk memasang tali pengaman pada struktur turbin angin.

Selain metode tali pengaman, teknisi turbin angin juga menggunakan platform inspeksi seperti yang dikembangkan oleh perusahaan Polandia bernama Farween. Dengan platform ini, para teknisi dapat mengumpulkan data geometrik pada baling-baling turbin angin dan menganalisis kerusakan atau keausan yang terjadi.

Baca Juga: Strategi Pemkab Kediri Optimalkan Empat Destinasi Wisata Unggulan Dongkrak Pendapatan Daerah

Ada juga penggunaan aerial platform truk yang dilengkapi dengan hidrolik Boom dan bucket yang dapat digerakkan secara vertikal atau horizontal. Kendaraan ini dilengkapi dengan sistem keamanan, seperti tali pengaman dan sistem pengereman, untuk memastikan keselamatan teknisi yang bekerja di ketinggian.

Meskipun pemeliharaan turbin angin dilakukan secara berkala, tidak ada jaminan 100% bahwa turbin angin tidak akan mengalami kerusakan. Jika kerusakan sudah parah dan tidak dapat diperbaiki, penggantian turbin angin yang baru dinilai lebih efisien daripada memperbaiki turbin yang rusak.

Baca Juga: Menikmati Sensasi Tren Sarapan Estetik Gunung Bromo dengan Pemandangan Alam Memukau

Terdapat contoh kebakaran pada turbin angin di Jerman pada tahun 2014, di mana kebakaran terjadi di ketinggian 100 meter, membuat upaya pemadam kebakaran tidak dapat mencapai api. Akhirnya, turbin angin tersebut dihancurkan dengan ledakan yang dilakukan dengan hati-hati.

Pekerjaan sebagai teknisi turbin angin memang penuh dengan risiko dan tantangan. Namun, dengan besarnya gaji yang diperoleh serta kebutuhan akan energi terbarukan yang semakin meningkat, jumlah orang yang tertarik dengan pekerjaan ini terus bertambah.

Para teknisi turbin angin ini berperan penting dalam memastikan operasional turbin angin yang aman dan efisien, serta menjadi tulang punggung dalam industri energi terbarukan yang terus berkembang.