Menurutnya, pengenaan tarif impor yang mencapai 245 persen ini pasti akan menimbulkan gejolak di pasar modal dan pasar uang. “Peristiwa luar biasa ini akan membuat para investor menjadi lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan,” ujarnya.
Ibrahim juga memprediksi bahwa nilai tukar rupiah akan melemah terhadap dolar AS. “Rupiah berpotensi menembus level Rp17.000 per dolar AS jika tidak ada intervensi dari Bank Indonesia (BI),” katanya.
Baca Juga: Anak Bakar Rumah Orang Tua di Pati Akibat Ayah Bawa Selingkuhan ke Rumah












