Lebih jauh, Adib menilai MPB kini tidak lagi fokus pada kerja-kerja sosial kemanusiaan, melainkan bergerak di luar koridor tersebut.
“Awalnya MPB ini murni sosial. Melindungi masyarakat, membantu keluarga yang membutuhkan. Tapi sekarang sudah di luar rel kemanusiaan itu,” katanya.
Baca Juga: Jatmiko Pastikan Jaga Jarak dari Kekuasaan: “Saya Tidak Manfaatkan Posisi Keluarga”
Ia bahkan mengungkapkan bahwa banyak pengurus DPP maupun koordinator kecamatan (korcam) yang sebenarnya tidak sepakat dengan arah gerakan MPB saat ini. Namun, sebagian masih memilih diam.
“Banyak yang menghubungi saya, menyatakan tidak setuju dan ingin keluar. Saya bilang, saya dulu yang mundur. Setelah ini, kemungkinan besar akan menyusul,” ungkapnya.
Baca Juga: PKK Rejotangan Dorong Ketahanan Keluarga, Soroti Lonjakan Perceraian di Tulungagung
Adib juga melontarkan kritik keras terhadap pola kepemimpinan MPB yang dinilainya tidak lagi mencerminkan prinsip organisasi yang sehat.
“Ketua itu seharusnya mengajak bicara, izin, koordinasi. Bukan jalan sendiri. Kalau sudah seperti ini, silakan saja. Saya memilih keluar,” ujarnya lugas.
Baca Juga: Mantan Wabup Blitar Jadi Korban Penipuan, Terpidana Mulia Wiryanto jadi Buron
Ia menegaskan bahwa mulai hari ini, namanya tidak boleh lagi dikaitkan dengan MPB dalam bentuk apa pun, termasuk dalam kegiatan dan kebijakan organisasi ke depan.
“Segala tindakan MPB setelah ini sudah di luar tanggung jawab saya. Nama saya tidak lagi tercatat,” tegas Adib. **












