Politisi Partai Golkar itu juga mengusulkan penutupan jalan secara selektif saat malam hari atau akhir pekan untuk meningkatkan daya tarik kawasan Tunjungan. Menurutnya, hal ini dapat menciptakan ruang publik yang lebih hidup jika dibarengi dengan event seni dan kegiatan UMKM.
Selain penataan lalu lintas, Achmad mendesak Pemkot agar memperkuat transportasi alternatif seperti shuttle bus, angkutan feeder, atau integrasi dengan Suroboyo Bus demi menunjang aksesibilitas kawasan tersebut.
Baca Juga: YDSF Salurkan THR Rp.3 Milyar untuk Sekitar 6.000 Guru Al-Quran di Akhir Ramadhan
“Kalau parkir dilarang, maka akses menuju lokasi harus tetap mudah. Itu kunci agar Tunjungan tetap ramai,” tegasnya.
Evaluasi ini dilakukan menyusul munculnya berbagai tanggapan dari pelaku usaha dan masyarakat yang terdampak aturan tersebut. Pemkot berkomitmen untuk mencari solusi yang tetap menjaga fungsi kawasan wisata sekaligus memperhatikan kenyamanan pengunjung dan pelaku usaha lokal.
Baca Juga: Kolaborasi dengan Pemprov Jatim, YDSF Dukung Pondok Ramadhan untuk Disabilitas Pendengaran












