Kediri, Memo
Di tengah tumpukan sampah dan aroma tak sedap yang menusuk hidung, berdirilah sosok pekerja keras bernama Suparji. Selama lebih dari 15 tahun, ia setia menjaga dan mengelola Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Burengan yang berada di wilayah Kelurahan Burengan, Kota Kediri.
Baca Juga: Camat Ngaku Terdesak Kepala Desa Sodorkan Kresek Hitam, Terima Uang Karena Wanita
Suparji bukan hanya pekerja biasa. Ia adalah orang pertama yang ditunjuk oleh kelurahan untuk menjaga dan mengoperasikan TPS yang dibangun demi menanggulangi persoalan sampah warga. Dengan penuh dedikasi, ia menghabiskan pagi hingga siang setiap hari untuk mengatur, memilah, dan merapikan tumpukan sampah.
“Sudah biasa, Mas. Dari pagi sampai jam 12 siang saya dan teman-teman kerja di sini. Memilah sampah, membersihkan, dan mengatur agar tidak berantakan,” ujar Suparji.
Baca Juga: Tragedi Ledakan Petasan Rakitan Di Ponorogo Merenggut Nyawa Seorang Pelajar Muda
Dalam kesehariannya, Suparji juga mengaku sering menghadapi tantangan sosial. Salah satunya adalah kesadaran masyarakat yang masih rendah dalam hal pembuangan sampah. Banyak warga yang memilih membuang sampah sembarangan, meski TPS sudah tersedia.
“Bahkan sudah ada tulisan besar ‘Dilarang Buang Sampah di Sungai’ atau ‘Dilarang Buang Sampah Sembarangan’ tapi tetap saja dilanggar,” keluhnya.
Baca Juga: Kades Semen Pagu Akui Setor 168 Juta Seleksi Perangkat, Demi Jabatan Sang Anak
Namun, Suparji tidak menyerah. Ia terus memberikan edukasi sederhana kepada warga yang ditemuinya, mengingatkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Kalau lingkungan kita bersih, yang senang bukan cuma saya, tapi semua orang. Anak-anak bisa bermain, orang tua bisa istirahat tanpa bau, air juga bersih,” tuturnya.












