Dia juga menyatakan kekhawatiran mendalamnya mengenai dampak psikologis dan mental yang mungkin dialami sang anak seumur hidup akibat insiden ini. Maysaroh menyampaikan dukungannya kepada ibu korban, berharap keluarga diberikan kekuatan untuk terus mencari keadilan.
Maysaroh menegaskan bahwa tujuannya memviralkan kasus ini bukanlah untuk merendahkan profesi perawat secara keseluruhan, melainkan untuk mengkritik keras tindakan teledor dan tidak bertanggung jawab oleh oknum tertentu yang mencoreng nama baik profesi.
Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari pihak berwenang terkait insiden ini. Namun, informasi yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa kasus dugaan malapraktik ini sebenarnya telah terjadi sejak tahun 2024.












