Selain berorientasi pada dampak ekonomi makro, proyek-proyek hilirisasi juga diarahkan untuk melibatkan secara aktif para petani tambak, petani perkebunan, hingga masyarakat di sekitar lokasi proyek, dengan harapan kesejahteraan mereka juga turut meningkat.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan keseriusan Presiden dalam mendorong program hilirisasi. Hal ini tercermin dari pelaksanaan rapat yang dilakukan di hari Minggu, yang menurutnya menggambarkan komitmen penuh dari Presiden dan seluruh jajarannya.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional
“Ini adalah wujud dari perhatian dan keseriusan Bapak Presiden dalam mengawal serta mengecek program-program yang telah diperintahkan kepada para menterinya,” ucap Bahlil.
Bahlil menjelaskan bahwa rapat tersebut juga merupakan tindak lanjut dari keputusan Presiden mengenai implementasi 21 proyek hilirisasi prioritas. Presiden memberikan arahan yang jelas agar proyek-proyek tersebut mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya mengombinasikan penggunaan teknologi dengan metode padat karya, serta memprioritaskan pengembangan industri substitusi impor. Bahkan, menurut Bahlil, Presiden menginginkan agar implementasi proyek-proyek tersebut berjalan secara profesional dan efisien.
“Bapak Presiden mengarahkan kepada kita semua agar implementasinya harus betul-betul profesional dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” katanya.
Lebih lanjut, Presiden juga menekankan pentingnya penyebaran investasi hilirisasi secara merata di seluruh wilayah Indonesia, dan tidak hanya terpusat di satu pulau saja. Langkah ini dianggap krusial agar terjadi pemerataan pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.












