“Kami telah meningkatkan alokasi pupuk subsidi di Sulawesi Selatan dan seluruh Indonesia menjadi dua kali lipat atau 100 persen dari sebelumnya. Sekarang, masalah pasokan pupuk telah terselesaikan. Ini adalah peningkatan alokasi pupuk terbesar sepanjang sejarah,” ungkapnya.
Amran juga menyebutkan bahwa pemerintah telah menyiapkan solusi cepat dengan memasang pompa air di sungai-sungai besar yang tidak pernah mengalami kekeringan.
Baca Juga: Prabowo Pilih Kasih Makan Rakyat Daripada Biarkan Uang Negara Dikorupsi
“Pemasangan pompa air menjadi solusi efektif untuk meningkatkan produksi pertanian dan mengurangi risiko krisis pangan yang disebabkan oleh fenomena El Nino atau musim kemarau panjang,” katanya.
“Solusi ini hanya memerlukan penggunaan pompa air, tanpa perlu tindakan lainnya. Kami telah memasang pompa air untuk mengalirkan air dari sungai-sungai yang tidak pernah kering, seperti Sungai Maros. Ini adalah solusi cepat untuk mengatasi risiko kekurangan pangan,” jelasnya.
Memastikan Pasokan Pupuk dan Air untuk Pertanian: Langkah Penting Menteri Pertanian
Dalam rangka memastikan kelangsungan sektor pertanian, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah melaksanakan langkah-langkah strategis. Pemerintah meningkatkan alokasi pupuk subsidi hingga dua kali lipat, dari 4,5 juta ton menjadi 9,55 juta ton, untuk memenuhi kebutuhan petani di Sulawesi Selatan dan seluruh Indonesia.
Selain itu, pemasangan pompa air di sungai-sungai besar yang tidak pernah mengalami kekeringan menjadi solusi efektif dalam meningkatkan produksi pertanian dan mengurangi risiko krisis pangan akibat fenomena El Nino. Dengan komitmen yang kuat dan langkah-langkah strategis tersebut, pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan pupuk dan air bagi petani, sehingga sektor pertanian dapat terus berkembang dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Sukseskan Program KDMP dan KKMP, Dandim 0809/Kediri Undang Silaturahmi LSM dan Wartawan












