Example floating
Example floating
Infobis

Skandal Korupsi dan Penyamaran Uang: PT Pos Indonesia Terlibat?

Alfi Fida
×

Skandal Korupsi dan Penyamaran Uang: PT Pos Indonesia Terlibat?

Sebarkan artikel ini
Skandal Korupsi dan Penyamaran Uang: PT Pos Indonesia Terlibat?
Skandal Korupsi dan Penyamaran Uang: PT Pos Indonesia Terlibat?

MEMO

PT Pos Indonesia membantah klaim bahwa mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Rafael Alun Trisambodo, menginvestasikan uang hasil korupsi di perusahaan tersebut. Manajer Public Relations PT Pos Indonesia, Doni Meilana, menjelaskan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencurigai Rafael menerima gratifikasi dari PT Cubes Consulting yang berkolaborasi dengan PT Pos Indonesia. Namun, PT Pos Indonesia menegaskan bahwa tidak ada keterkaitan dengan Rafael.

Baca Juga: Sangat Dinanti Perajin Genting di Lamongan Berharap Kebijakan Gentengisasi Prabowo Hidupkan Industri Lokal yang Hampir Mati Suri

Bantahan Tegas dari PT Pos Indonesia atas Tuduhan Investasi Korupsi Rafael Alun Trisambodo

PT Pos Indonesia menyangkal klaim mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu), yaitu Rafael Alun Trisambodo, yang menyatakan bahwa dia menginvestasikan uang hasil korupsi ke dalam perusahaan tersebut.

Doni Meilana, Manajer Public Relations PT Pos Indonesia, menyatakan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencurigai bahwa Rafael menerima gratifikasi dari PT Cubes Consulting yang memiliki kerja sama dengan PT Pos Indonesia. Namun, PT Pos Indonesia menegaskan bahwa mereka tidak memiliki keterkaitan dengan Rafael.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Direktur Operasi KAI Lakukan Inspeksi Lintas di Wilayah Daop 7 Madiun

Doni Meilana menyatakan, “PT Cubes Consulting adalah perusahaan penyedia software SAP yang berkolaborasi dengan PT Pos Indonesia. Rafael Alun Trisambodo diduga menerima gratifikasi dari PT Cubes, sehingga tidak ada hubungannya dengan PT Pos Indonesia.”

KPK Dalami Dugaan Gratifikasi dari PT Cubes Consulting yang Bermitra dengan PT Pos Indonesia

Sebelumnya, KPK telah mencurigai bahwa Rafael melakukan investasi di PT Pos Indonesia, PT Garuda Indonesia, dan PT Cubes Consulting. Investasi tersebut diduga merupakan cara untuk mencuci uang hasil korupsi.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Inspeksi Keselamatan dan Pelayanan di Wilayah Daop 7 Madiun

Tim penyidik KPK telah memeriksa beberapa pihak terkait, seperti direktur PT Cubes Consulting, yaitu Gunadi Hastowo, Kepala Proyek Pengembangan ERP PT Pos Indonesia periode 2015, yaitu Slamet Sajidi, serta Direktur Strategi dan TI PT Garuda Indonesia periode 2010, yaitu Elisa Lumbantoruan, guna mendalami kasus tersebut.