“Dengan demikian, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2024 akan menjadi salah satu faktor penentu dalam menghadapi tahun 2024 yang diharapkan tetap stabil dengan menjaga kredibilitas, kehati-hatian, dan keberlanjutan APBN yang menjadi penopang masyarakat kita saat menghadapi goncangan dunia,” tandasnya.
Ekspor dan Impor Indonesia Neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2024 mencatat surplus sebesar US$ 2,01 miliar. Angka ini terus menurun dalam beberapa bulan terakhir karena penurunan harga komoditas unggulan ekspor Indonesia.
Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap
Ekspor Indonesia pada Januari 2024 turun sebesar 8,06% secara tahunan menjadi US$ 20,52 miliar. Sementara itu, impor mencapai US$ 18,51 miliar, naik 0,36%.
“Dalam situasi yang melemah, kita melihat tekanan pada pertumbuhan ekspor yang menunjukkan angka negatif,” ungkapnya.
Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan
Meskipun terjadi surplus, namun hal ini juga disebabkan oleh kenaikan impor yang tidak signifikan. Hal ini seharusnya menjadi perhatian bersama, terutama dalam upaya untuk meningkatkan ekspor di luar sektor komoditas pertambangan dan perkebunan ke pasar-pasar baru.
“Keseimbangan eksternal harus diperhatikan karena ekspor dan impor menjadi indikator kondisi global yang lemah yang mulai mempengaruhi kita,” tegas Sri Mulyani.
Baca Juga: Pengawasan Dana Desa: Hak & Kewajiban Aktif Masyarakat
Strategi Menghadapi Tantangan Ekonomi Global: Fokus pada Diversifikasi Ekspor dan Kestabilan APBN
Dalam menghadapi tantangan ekonomi global, Menteri Sri Mulyani menyoroti perlunya kewaspadaan dan tindakan strategis. Meskipun beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Korea Selatan telah mengalami pemulihan dalam sektor manufaktur, masih banyak yang terperosok dalam kontraksi ekonomi.
Indonesia sendiri harus memperhatikan penurunan ekspor yang signifikan, meskipun masih mencatat surplus dalam neraca perdagangan. Penting bagi pemerintah dan pelaku ekonomi untuk fokus pada diversifikasi ekspor ke sektor non-komoditas guna mengurangi ketergantungan pada harga komoditas global.
Dengan menjaga kredibilitas APBN dan meningkatkan keberlanjutan ekonomi, Indonesia dapat memperkuat posisinya dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.












