Example floating
Example floating
JatimBirokrasi

Seniman Muda Lawan Narkoba dan Miras

×

Seniman Muda Lawan Narkoba dan Miras

Sebarkan artikel ini
Seniman Muda Lawan Narkoba dan Miras

MEMO,Malang: Kompetisi Lukis Sensasional Melawan Narkoba dan Miras di Desa Landungsari

Dalam upaya keras melawan penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, Polres Malang telah menggelar lomba mural yang tak kalah sensasional.

Baca Juga: Reses M Hadi DPRD Jatim Asal Golkar Temukan Keluhan Warga Atas Kurang Singkronnya Kebijakan Walkot Kediri dengan Kadis

Lomba ini merupakan salah satu dari serangkaian program yang bertujuan menjadikan Desa Landungsari sebagai wilayah yang bebas dari ancaman narkoba dan minuman keras. Bagaimana kompetisi ini memengaruhi pemahaman masyarakat tentang bahaya narkoba dan minuman keras

Polres Malang Menggelar Lomba Mural Anti Narkoba di Desa Landungsari

Dalam usaha untuk melawan penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, Kepolisian Resort (Polres) Malang mengadakan sebuah kompetisi lukis yang mengangkat tema anti narkoba di Dusun Bendungan, Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Baca Juga: Sengketa Proyek Alun-alun Masuk Babak Baru, Selisih Pembayaran Rp 9 M Lebih  Ditolak Kontraktor, begini pernyataan Kadis PUPR Kota Kediri

Kompetisi mural ini merupakan salah satu program yang digagas oleh Kepala Polres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, dengan tujuan menjadikan Desa Landungsari sebagai wilayah yang bebas dari penyalahgunaan narkoba dan minuman keras.

Kapolres Malang Aktif Melawan Penyalahgunaan Narkoba dan Minuman Keras

“Kegiatan ini berlangsung selama dua pekan, dimulai sejak 23 Agustus 2023 yang lalu. Ini merupakan salah satu cara untuk memberikan pendidikan dan sosialisasi kepada penduduk Desa Landungsari,” ungkap Kasi Humas Polres Malang, Iptu Ahmad Taufik, pada hari Minggu (3/9/2022).

Baca Juga: Kasus TPA Pojok Kediri Masuk Persidangan, Hakim : Silakan Penuhi Persyaratan Sebelum Gugatan Saudara Dinyatakan Sah

“Ia menambahkan, terutama kami ingin menyampaikan pesan ini kepada saudara-saudara kita serta mahasiswa Indonesia Timur yang tinggal di desa tersebut,” katanya.

Tujuan utama dari kompetisi mural ini adalah untuk mencegah masyarakat dan mahasiswa terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, minuman keras, serta kegiatan tawuran dan perilaku negatif lainnya.

Pihak berwenang berharap bahwa melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Landungsari dapat lebih memahami bahaya yang timbul akibat penyalahgunaan narkoba, minuman keras, serta tawuran.

“Selain itu, kompetisi mural ini diharapkan juga dapat memberikan alternatif positif bagi para pemuda dalam mengekspresikan diri melalui seni,” ungkap Taufik.

Kompetisi lukis yang bertajuk “Tirto Benar” ini diikuti oleh sejumlah peserta dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk mahasiswa dan pemuda-pemudi setempat. Mereka diberikan kebebasan untuk mengeluarkan kreativitas mereka dalam menciptakan karya seni mural yang mendukung pesan anti narkoba dan minuman keras.