Salah satu karya yang menarik perhatian Menteri Fadli adalah instalasi “paus pink” berukuran besar yang ditempatkan di antara Gedung AB dan taman Gedung A. Menurutnya, instalasi ini merupakan refleksi dari inspirasi paus asli yang ditemukan di perairan Indonesia.
“Saya sangat tertarik dengan instalasi paus pink ini. Selain memiliki keunikan visual, karya ini juga membawa pesan yang kuat tentang ekosistem laut dan keberagaman hayati di Indonesia,” ungkapnya.
Selain itu, Fadli juga menyoroti peran kurator dalam pameran ini. Menurutnya, pemilihan dan penyusunan karya dalam sebuah pameran seni tidak bisa dilakukan sembarangan, tetapi membutuhkan kolaborasi antara seniman dan kurator untuk menghasilkan tampilan yang harmonis serta memiliki makna mendalam.
Melalui pameran “Semesta Arkiv”, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal seni kontemporer serta menikmati pengalaman artistik yang tidak hanya estetis, tetapi juga penuh refleksi dan makna.
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik












