Example floating
Example floating
DaerahJatimPeristiwa

Pengacara Bupati Jember Sarankan Wabup Djoko Susanto Tiru Kesantunan Bung Hatta 2026

Ferdi Ragil
×

Pengacara Bupati Jember Sarankan Wabup Djoko Susanto Tiru Kesantunan Bung Hatta 2026

Sebarkan artikel ini

Memo.co.id, JEMBER

– Ketegangan komunikasi yang sempat mewarnai hubungan antara dua pimpinan tertinggi di Kabupaten Jember memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan hukum. Baru-baru ini, pengacara Bupati Jember sarankan Wabup Djoko Susanto tiru Bung Hatta dalam menjalankan peran sebagai wakil kepala daerah yang suportif dan harmonis. Saran ini muncul sebagai bentuk respons atas dinamika internal yang dinilai dapat menghambat akselerasi pembangunan daerah. Dengan merujuk pada keteladanan Sang Proklamator, diharapkan hubungan dwitunggal di Jember dapat kembali solid demi stabilitas birokrasi. Keteladanan Bung Hatta yang dikenal rendah hati dan tahu menempatkan diri dianggap sebagai solusi moral untuk mendinginkan suasana politik yang sempat memanas di Bumi Pandhalungan.

Baca Juga: Kecelakaan Lalu Lintas di Tembelang Jombang Melibatkan 2 Kendaraan Mengakibatkan Korban Luka Berat

Pesan Moral Pengacara Bupati Jember Sarankan Wabup

Analisis Dwitunggal dalam Kepemimpinan Daerah Hubungan antara seorang bupati dan wakil bupati idealnya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, atau sering disebut sebagai dwitunggal. Namun, realita di lapangan seringkali menunjukkan adanya gesekan kepentingan yang justru merugikan jalannya pemerintahan. Dalam konteks ini, pengacara Bupati Jember sarankan Wabup Djoko Susanto tiru Bung Hatta agar tercipta pola kerja yang sinergis dan saling mengisi, bukan justru saling berkompetisi di dalam internal pemerintahan sendiri.

Tim hukum menilai bahwa pembagian peran yang jelas adalah kunci utama. Seorang wakil harus mampu menjadi penyeimbang dan pendukung utama kebijakan kepala daerah, sebagaimana Hatta mendukung Soekarno di masa perjuangan. Saran ini bukan bermaksud untuk membatasi ruang gerak, melainkan untuk mengingatkan kembali esensi mandat rakyat yang diberikan kepada pasangan pemimpin tersebut saat pilkada lalu.

Baca Juga: Sopir Bus Trans Jatim Ugal Ugalan Ditilang di Gresik Karena Langgar 1 Markah Jalan

Meneladani Etika Politik Mohammad Hatta Mengapa Bung Hatta dijadikan rujukan? Mohammad Hatta dikenal sebagai sosok yang sangat disiplin, memiliki integritas tinggi, dan yang paling utama adalah tahu kapan harus menonjol serta kapan harus memberikan panggung kepada sang pemimpin utama. Fakta bahwa pengacara Bupati Jember sarankan Wabup Djoko Susanto tiru Bung Hatta menunjukkan kerinduan akan etika politik yang elegan di tingkat lokal.

[Image Alt: Ilustrasi kesantunan politik dan Dwitunggal Soekarno-Hatta sebagai inspirasi pengacara Bupati Jember sarankan Wabup Djoko Susanto.]

Baca Juga: Polisi Ungkap Sindikat Uang Palsu di Pasuruan Ternyata Dicetak di Subang Jawa Barat

Kesantunan politik Bung Hatta yang tetap konsisten meski memiliki perbedaan pendapat secara internal adalah kualitas yang sangat mahal. Jika nilai-nilai ini diadopsi dalam pemerintahan Jember, maka perdebatan yang terjadi akan bersifat substantif dan membangun, bukan sekadar urusan seremonial atau perebutan pengaruh di mata publik.

Dampak Ketidakharmonisan terhadap Roda Pemerintahan Ketika hubungan antara Bupati dan Wakil Bupati merenggang, maka dampaknya akan terasa hingga ke level birokrasi paling bawah. Para ASN akan merasa bingung dalam mengambil instruksi, sementara program kerja strategis berpotensi terhambat akibat ego masing-masing pihak. Pesan dari pengacara Bupati Jember sarankan Wabup Djoko Susanto tiru Bung Hatta sejatinya adalah alarm bagi stabilitas pembangunan Jember tahun 2026.

[Image Alt: Dampak ketidakharmonisan pimpinan daerah terhadap pelayanan publik yang diulas dalam konteks pengacara Bupati Jember sarankan Wabup Djoko Susanto.]

Ketidakharmonisan juga memberikan celah bagi pihak-pihak lain untuk melakukan provokasi politik yang tidak perlu. Oleh karena itu, penguatan internal dwitunggal harus menjadi prioritas utama. Kedewasaan dalam berpolitik diuji saat pimpinan mampu meredam konflik demi kelancaran pelayanan masyarakat.

Harapan Rekonsiliasi Demi Kepentingan Masyarakat Jember Langkah rekonsiliasi adalah jalan keluar yang paling masuk akal. Saran agar pengacara Bupati Jember sarankan Wabup Djoko Susanto tiru Bung Hatta merupakan undangan untuk duduk bersama dan melakukan evaluasi mendalam. Jember membutuhkan kepemimpinan yang fokus pada pemulihan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan, bukan drama politik yang melelahkan.

Masyarakat Jember tentu berharap agar para pimpinannya dapat kembali bersatu dalam satu visi yang sama. Dengan mengedepankan sikap saling menghormati, maka segala hambatan komunikasi dapat diselesaikan dengan baik. Keteladanan sejarah telah membuktikan bahwa kolaborasi yang tulus antara pemimpin akan melahirkan kemajuan yang signifikan bagi daerah yang mereka pimpin.

FAQ

Saran diberikan untuk mendinginkan tensi politik internal dan mendorong terciptanya hubungan yang lebih harmonis antara Bupati dan Wakil Bupati Jember.

Bung Hatta dikenal sebagai wakil presiden yang memiliki integritas, kesantunan politik, dan kemampuan bekerja sama yang luar biasa dalam konsep dwitunggal.

Perselisihan dapat menyebabkan birokrasi tidak efisien, program pembangunan terhambat, dan iklim investasi di daerah menjadi kurang kondusif.

Saran ini lebih bersifat imbauan moral dan pandangan hukum dari tim pengacara untuk menjaga stabilitas pemerintahan.