Program vaksinasi ini akan diprioritaskan di wilayah-wilayah yang masuk zona merah dan kuning penyebaran antraks. Wibawanti Wulandari juga menyampaikan adanya laporan beberapa ekor sapi di wilayah Tileng (Girisubo) dan Bohol (Rongkop) yang mati secara mendadak.
Kendati demikian, Wibawanti menegaskan bahwa kedua kasus kematian sapi tersebut tidak saling berkaitan. “Memang, sejak bulan Februari hingga Maret lalu, kami mencatat beberapa kasus kematian mendadak pada hewan ternak, baik sapi maupun kambing,” imbuhnya.
Sebagai informasi, antraks merupakan penyakit infeksi bakteri berbahaya yang dapat menular dari hewan ternak seperti sapi atau kambing ke manusia. Penularan antraks pada manusia dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi atau melalui konsumsi daging hewan yang mengandung bakteri tersebut.












