R bersama korban dan satu orang temannya yang juga santri di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah nggandol atau menumpang di kontainer belakang truk yang belum diketahui nomor pelatnya itu.
Menurut pengakuan R, di kontainer truk itu juga ada tiga pemuda yang merampas harta benda dan memukuli mereka, sehingga korban jatuh dari truk dan tertabrak mobil.
Baca Juga: Kualitas Menu Makan Bergizi Gratis di Madiun Disorot Akibat Temuan Jambu Busuk
“Kami digeledah sambil dipukuli. Saya tidak bawa uang, handphone kami semua diambil. Pelakunya tiga orang, sekitar usia SMA. Badannya tinggi-tinggi,” ujar R.
Aiptu Slamet, Lantas Polsek Balongbendo membenarkan bahwa korban nggandol truk bersama dua orang temannya dari lampu merah Legundi. Saat di depan Koramil ada kelompok lain yang naik juga lalu merampas handphone korban.
Baca Juga: Dugaan Telur Busuk Program Makan Bergizi Gratis di Madiun Coreng Citra Satuan Pelayanan
“Sempat terjadi perebutan,” tutur Slamet.
Pasca kejadian, truk melarikan diri dan mobil yang menabrak diamankan di Polsek Balongbendo.
Baca Juga: Vonis Korupsi Kredit BRI Pasar Pon Ponorogo Dua Terdakwa Resmi Dijatuhi Hukuman
Sementara, Ubaidillah dari Pondok Pesantren Al-Khoiriyah ketika dihubungi Suara Surabaya membenarkan bahwa AAY adalah santri mereka yang juga siswa kelas VIII MTs Al-Khoiriyah.
Selanjutnya pihak pondok pesantren langsung menuju ICU Rumah Sakit Anwar Medika, Kabupaten Sidoarjo, tempat korban dirawat












