Sementara itu, pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina, yang digagas oleh Trump, juga turut mempengaruhi sentimen pasar. Pemimpin Ukraina menyatakan bahwa kesepakatan damai sangat bergantung pada hasil perundingan serta dukungan berkelanjutan dari AS.
Dari dalam negeri, Ibrahim Assuaibi turut memperhatikan target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, yaitu sebesar 8 persen pada 2029. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 sekitar 5,3 persen, yang kemudian akan meningkat menjadi 6,3 persen pada 2026.
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik
Untuk mendukung tercapainya target ini, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa penguatan kelas menengah di Indonesia sangat diperlukan. Saat ini, kelas menengah di Indonesia sudah mencapai 72,2 persen dari total populasi, memberikan kontribusi 82,3 persen terhadap konsumsi rumah tangga nasional pada 2023.
Menurutnya, semakin berkembangnya kelas menengah akan memberikan dampak positif dalam mengentaskan kemiskinan dan mengurangi jumlah penduduk yang rentan miskin.
Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Lokasi Bencana Longsor, Dua Polisi Terhimpit Truk Militer












