Example floating
Example floating
Home

Rupiah Tertekan Dolar AS, Terjun 73,5 Poin, Apa Penyebabnya?

Avatar
×

Rupiah Tertekan Dolar AS, Terjun 73,5 Poin, Apa Penyebabnya?

Sebarkan artikel ini

MEMO – Rupiah kembali mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan Kamis (27/2/2025) sore, dengan kurs mata uang Indonesia turun 0,45 persen atau setara 73,5 poin menjadi Rp16.454 per dolar AS, menurut data dari Bloomberg.

Pelemahan rupiah semakin mendalam, terutama dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi di Amerika Serikat (AS). Terutama setelah indikator ekonomi yang baru saja dirilis menunjukkan hasil yang lebih buruk dari yang diperkirakan.

Baca Juga: Ormas Madas Serumpun Siagakan Ratusan Massa Hadang Eksekusi Rumah Jalan Raya Darmo Surabaya

Salah satu faktor yang menjadi penyebabnya adalah tingkat kepercayaan konsumen di AS untuk Februari 2025 yang lebih rendah dari ekspektasi. Hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa konsumsi swasta—yang selama ini menjadi pendorong utama perekonomian AS—akan melambat. “Ini tentu menjadi kekhawatiran besar, karena konsumsi swasta adalah penggerak utama ekonomi AS,” jelas Ibrahim Assuaibi, seorang analis pasar uang.

Selain itu, perekonomian AS juga dibayangi oleh kebijakan tarif yang dikeluarkan oleh Presiden Donald Trump, serta potensi kenaikan inflasi dan harga pangan yang semakin tak terkendali. Ibrahim Assuaibi menambahkan bahwa banyak spekulasi di pasar uang bahwa The Fed (Bank Sentral AS) mungkin akan menurunkan suku bunga jika ekonomi AS terus mendingin.

Baca Juga: Langkah Berani KPK Usut Tuntas Skandal Kuota Haji 2024 Seret Yaqut dan Jokowi

Presiden Trump sendiri mengancam untuk mengenakan tarif perdagangan tambahan secara global. Namun, dia juga memberikan sinyal untuk menunda pengenaan tarif terhadap Kanada dan Meksiko, kemungkinan hingga awal April 2025.

Dari sisi kebijakan domestik, parlemen AS, yang didominasi oleh Partai Republik, menyetujui sejumlah kebijakan Trump, termasuk paket pemotongan pajak dan penguatan langkah-langkah keamanan perbatasan senilai USD 4,5 triliun.

Baca Juga: Strategi Pemkab Kediri Optimalkan Empat Destinasi Wisata Unggulan Dongkrak Pendapatan Daerah