Example floating
Example floating
Tekno Digi

Risiko Digitalisasi: Banyak Peluang Kerja yang Hilang

A. Daroini
×

Risiko Digitalisasi: Banyak Peluang Kerja yang Hilang

Sebarkan artikel ini
Risiko Digitalisasi Banyak Peluang Kerja yang Hilang

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah menyebut bahwa digitalisasi menjadi tantangan baru bagi dunia kerja. Kondisi ini mampu melahirkan banyak peluang tenaga kerja baru, sekaligus menghilangkan pekerjaan yang sudah lama ada.

“Yang kita alam risiko missmatch (ketidakcocokan) akibat digitalisasi. Akibatnya muncul jenis pekerjaan baru dan gilangnya pekerjaan lama,” kata Ida dalam Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda 2023 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/1).

Baca Juga: Masa Depan Kerja Tiba! Microsoft Copilot Studio Lahirkan 'Karyawan AI' Super Cerdas yang Siap Gantikan Tugas Monoton

Memang, jenis lapangan kerja baru yang dibutuhkan lebih banyak dari jenis pekerjaan yang hilang. Namun masalahnya pada kesiapan tenaga kerja menghadapi kompetensi baru.

“Tapi pertanyaannya siapkah kita dengan pekerjaan baru tapi dengan kompetensi baru?,” ungkap Ida.

Baca Juga: Gelombang Peluang Emas, Pekerjaan Online 2025 Raih Jutaan dari Rumah

Maka dalam mengatasi ini, yang perlu dilakukan menciptakan pasar tenaga kerja yang inklusif. Saat ini, Ida mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan telah membuat kebijakan tenaga kerja aktif atau active labour policy.

“Ini untuk menciptakan pasar kerja yang inklusif dan menurunkan angka pengangguran,” katanya.

Baca Juga: Kemkomdigi: Teknologi Canggih Ini Bawa Dampak Besar bagi Ekonomi & Sosial

Tahun 2023 Ida telah menerapkan tingkat pengangguran nasional harus turun 5,3 persen. Sehingga ada beberapa strategi yang perlu dilakukan.