“Untuk pengisian, kita selalu berkomunikasi dengan pihak lain untuk memastikan, jika ada langsung kita isi, kadang juga kita memberikan bantuan pengisian tabung secara gratis jika memang ada yang tidak mampu,” paparnya.
Hanya saja, lanjut Anam, minimnya tabung membuat dirinya dan potensi relawan terpaksa menolak 5-8 permintaan perhari. Lantaran tabung oksigen, yang mereka sediakan selalu berputar di tengah masyarakat.
Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Direktur Operasi KAI Lakukan Inspeksi Lintas di Wilayah Daop 7 Madiun
Tak sekadar meminjamkan tabung ke warga yang mengalami sesak napas akibat COVID-19, para relawan LPBI NU dan Welirang Community juga menyediakan dua ambulans hingga memberikan bantuan sembako terhadap warga yang melakukan Isoman dan juga pemulasaraan jenazah.
Kedua ambulans tersebut murni untuk aksi kemanusiaan sehingga para relawan tidak memasang tarif sewa. Dalam proses permintaan pertolongan untuk warga yang sakit, atau membutuhkan ambulan hingga oksigen, masyarakat tinggal menghubungi atau WhatsApp ke nomor 0858-5225-4977 kemudian menunjukkan nama dan alamat pasien.
Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Inspeksi Keselamatan dan Pelayanan di Wilayah Daop 7 Madiun
“Secara teknis masyarakat tinggal telepon kita, kalau memang yang dibutuhkan, seperti tabung oksigen kalau sedang ada maka kita langsung berikan, tidak ada syarat tertentu harus menunjukkan Sweb atau atau apa kita gak pakai itu. Tapi kita tetap menghimbau jika masyarakat meminta untuk jaga jaga ya jangan lah, karena masih banyak yang membutuhkan,” tandasnya.