Di balik gemerlapnya dunia korporasi Indonesia, ada sebuah fakta mencengangkan: 95% perusahaan di Indonesia adalah bisnis keluarga. Kontribusi mereka terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tidak main-main, mencapai 25%. Namun, di balik angka yang impresif itu, tersembunyi sebuah realitas pahit: hanya sedikit yang mampu bertahan.
Menurut Wakil Kepala Badan Moneter Kadin Indonesia, Aviliani, hanya 13% perusahaan keluarga yang berhasil meneruskan bisnisnya. Mayoritas, terutama saat memasuki generasi ketiga dan keempat, terpaksa menyerah.
“Kebanyakan kecenderungannya kalau sudah generasi ke-3, ke-4, mereka tidak bisa melanjutkan, tidak sesuai dengan visi keluarganya, cenderung perusahaan itu dijual,” jelas Aviliani.












