Surabaya, Memo
Ratusan pesilat mendatangi kantor Polsek Wiyung di Jalan Raya Menganti, Selasa malam (6/8/2025), dalam sebuah insiden yang sempat menghebohkan jagat maya. Video peristiwa tersebut viral di media sosial, meski alasan kedatangan mereka sempat simpang siur.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Kapolsek Wiyung, Kompol Slamet Agus, membenarkan bahwa pihaknya menghadapi kerumunan massa pesilat pada malam itu. Ia menjelaskan bahwa kejadian bermula saat hampir 300 pesilat yang baru saja mengikuti kegiatan di Gresik, melintas di Jalan Raya Menganti menuju arah timur, sekitar pukul 22.30 WIB.
“Awalnya tidak ada masalah. Mereka konvoi melewati jalan dengan tertib,” ujar Slamet Agus, Kamis (7/8/2025).
Namun situasi berubah ketika rombongan pesilat melintasi Gang Wiyung 4. Mereka melihat seseorang mengenakan atribut dari perguruan silat yang berbeda. Hal itu memicu pengejaran dan dugaan pengeroyokan.
“Korban sempat terjatuh dan mengalami luka di bagian lutut serta bajunya robek. Ia kemudian mencari perlindungan ke petugas yang berjaga,” tambahnya.
Anggota kepolisian yang berada di lokasi segera mengamankan pemuda tersebut ke Mapolsek Wiyung. Namun, massa yang mengejar tidak berhenti sampai di situ. Mereka mendatangi kantor polisi dengan asumsi bahwa rekan mereka turut diamankan.
“Kami tidak menahan siapa pun. Hanya saja saat itu memang ada dua orang dari rombongan yang masuk ke dalam, ternyata hanya hendak ke toilet,” jelas Slamet.
Kedua orang itu, termasuk salah satu koordinator lapangan (korlap), kemudian keluar dan menjelaskan situasi yang sebenarnya kepada massa. Setelah penjelasan tersebut disampaikan, massa akhirnya membubarkan diri secara tertib.
“Tidak ada kerusakan maupun tindakan anarkis di dalam markas. Setelah mereka paham situasinya, keadaan kembali aman dan terkendali,” pungkasnya.












