Example floating
Example floating
Peristiwa

Ramadan Usai, KKP Lanjutkan ‘Operasi’ Pagar Laut! Sisa 600 Meter atau 10 Km

Avatar
×

Ramadan Usai, KKP Lanjutkan ‘Operasi’ Pagar Laut! Sisa 600 Meter atau 10 Km

Sebarkan artikel ini

MEMO – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana untuk kembali melakukan renovasi pagar laut yang berada di perairan Pantai Utara, Kabupaten Tangerang, yang akan dimulai pada hari Rabu (16/4/2025) mendatang. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menuntaskan proses pembongkaran sisa-sisa pagar laut yang diperkirakan masih membentang sepanjang 600 meter.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP, Pung Nugroho Saksono, menjelaskan bahwa kegiatan pembongkaran pagar laut tersebut sempat dihentikan sementara selama bulan suci Ramadhan. “Kemarin kami menunda pekerjaan ini karena bulan Ramadhan, dan para anggota tim kami sedang menjalankan ibadah puasa,” ujarnya kepada wartawan pada hari Sabtu (12/4/2025).

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Akan tetapi, pernyataan berbeda justru dilontarkan oleh salah seorang nelayan asal Kabupaten Tangerang, Makdis Adhari. Menurutnya, sisa pagar laut di perairan Tangerang bukan lagi 600 meter, melainkan mencapai panjang sekitar 10 kilometer. Pagar laut tersebut tersebar di empat lokasi yang berbeda dan belum sepenuhnya dibersihkan dari laut.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sisa-sisa pagar laut yang berupa potongan bambu tajam yang masih tertancap di dasar laut sangat mengganggu aktivitas para nelayan saat mencari ikan. Pagar-pagar bambu yang belum tuntas dibongkar ini tersebar di wilayah Desa Muncung, Desa Kohod, Desa Kemiri, dan Desa Lontar.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

“Bagian atas pagar memang sudah dicabut, akan tetapi bagian bambu yang tertancap di bawah masih sangat banyak. Jika ditotal secara keseluruhan, panjangnya bisa mencapai sekitar 10 kilometer yang belum dibersihkan,” ungkapnya dengan nada prihatin.

Kondisi ini jelas menimbulkan kesulitan bagi para nelayan, terutama bagi mereka yang menggunakan alat tangkap tradisional dan sederhana. Potongan-potongan bambu yang tersembunyi di bawah permukaan air berpotensi merusak jaring ikan dan juga baling-baling kapal.

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

“Saya sendiri sudah dua kali terpaksa mengganti baling-baling kapal karena terkena potongan bambu. Jaring ikan saya juga sering tersangkut dan akhirnya sobek,” keluh Makdis.

Sebagai informasi tambahan, pagar laut yang berada di Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, memang belum sepenuhnya dicabut. Bahkan, berdasarkan catatan citra satelit, masih terlihat sisa pagar laut sepanjang 812,99 meter jika ditarik garis dari bibir pantai bagian timur ke arah utara Laut Jawa.

Penampakan dari citra satelit juga menunjukkan bahwa sisa pagar laut tersebut memiliki lebar sekitar 150,73 meter. Sementara itu, di sisi barat bibir pantai ke arah utara, panjang sisa pagar laut yang terdata mencapai 787 meter.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten, Eli Susiyanti, membenarkan adanya sisa pagar laut yang belum sepenuhnya tercabut. Menurut penjelasannya, belum tuntasnya pencabutan pagar bambu di perairan Kohod disebabkan oleh kendala ketersediaan alat berat yang memadai.

“Benar, di perairan Kohod, berdasarkan hasil patroli terakhir, memang masih tersisa sekitar 600 meter pagar laut. Kami sudah mencoba membongkarnya dengan menarik menggunakan tugboat, namun tidak berhasil. Untuk menuntaskannya, kami membutuhkan alat berat dan ponton,” jelasnya.