Konsep ini juga dijelaskan dalam Hasyiatut Thahawi ala Maraqi Al-Falah, yang menyebutkan bahwa tujuan dari mandi setelah memandikan jenazah adalah untuk menghilangkan kelemahan yang mungkin dialami oleh orang yang memandikan, karena mereka bersentuhan dengan jenazah yang tidak memiliki ruh.
Namun, jika Anda turut serta dalam proses memandikan jenazah, maka ada anjuran untuk melakukan mandi setelahnya sebelum kembali ke rumah. Dalam riwayat yang dinyatakan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda bahwa setelah memandikan mayat, sebaiknya seseorang mandi. Demikian juga, jika seseorang memikul jenazah, sebaiknya dia berwudu sebelum melakukannya.
Dalam prakteknya, pilihan untuk mandi setelah takziah atau setelah memandikan jenazah lebih merupakan anjuran untuk menjaga kesucian dan kebersihan diri, serta memperhatikan keadaan emosional dan fisik setelah menghadiri peristiwa yang penuh perasaan.
Meskipun Islam tidak memaksa untuk melakukan hal ini, anjuran ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi individu dalam menjaga kondisi fisik dan spiritualnya.
Mengapa Umat Islam Dipercaya Untuk Mandi Setelah Takziah: Pandangan dan Hikmah
Dalam prakteknya, jika seseorang ikut dalam proses pemandian jenazah, Islam menganjurkan untuk mandi sebelum kembali ke rumah. Pandangan ini berkaitan dengan tujuan mengembalikan kekuatan dan kesegaran pada tubuh setelah kontak dengan jenazah.












