Example floating
Example floating
Home

Ini Rahasia Sukses Ekonomi Indonesia yang Bikin IMF Kagum!

Alfi Fida
×

Ini Rahasia Sukses Ekonomi Indonesia yang Bikin IMF Kagum!

Sebarkan artikel ini
Ini Rahasia Sukses Ekonomi Indonesia yang Bikin IMF Kagum!
Ini Rahasia Sukses Ekonomi Indonesia yang Bikin IMF Kagum!

MEMO

Kinerja ekonomi Indonesia selama pandemi Covid-19 telah mencuri perhatian dunia. Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengklaim bahwa kebijakan ekonomi yang tepat dan langkah-langkah kontrasyklis telah memungkinkan Indonesia pulih lebih cepat daripada banyak negara lainnya.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

IMF dan World Bank pun memberikan apresiasi atas pencapaian ekonomi Indonesia yang mengagumkan. Namun, di balik prestasi ini, terdapat upaya keras pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian global dan perang Rusia-Ukraina. Mari kita telaah lebih lanjut perjalanan ekonomi Indonesia dalam artikel ini.

Bagaimana Kebijakan Kontrasyklis Pemerintah Mengubah Nasib Ekonomi Indonesia?

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara telah menyampaikan bahwa kinerja ekonomi Indonesia telah membuat International Monetary Fund (IMF) dan World Bank sangat terkesan. Indonesia dianggap telah menerapkan kebijakan ekonomi yang sangat tepat selama masa pandemi Covid-19, sehingga mampu pulih lebih cepat dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Dalam Rapat Kerja Komite IV DPD RI di Kompleks Parlemen DPR pada Selasa (5/9/2023), Suahasil menyatakan bahwa Indonesia telah menjadi negara yang pulih lebih cepat, sementara negara-negara lain masih menghadapi defisit dan kesulitan dalam pemulihan ekonomi mereka.

Suahasil menjelaskan bahwa upaya pemerintah untuk menjaga perekonomian selama pandemi tidaklah mudah. Pandemi bukanlah satu-satunya ancaman terhadap perekonomian negara, karena ketidakpastian global juga menjadi ancaman tambahan yang harus dihadapi pemerintah agar ekonomi Indonesia tetap stabil.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

Seiring dengan berlanjutnya ketidakpastian global, meskipun pandemi mulai mereda, perekonomian dunia tiba-tiba mengalami pertumbuhan yang sangat cepat. Suahasil mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terlalu cepat ini dapat membawa risiko bagi stabilitas ekonomi.

Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, negara-negara maju mulai meningkatkan suku bunga mereka untuk mengendalikan pertumbuhan ekonomi yang terlalu pesat. Suahasil juga mencatat bahwa perang Rusia-Ukraina di awal tahun 2022 telah menambah kerumitan situasi dengan menyebabkan lonjakan inflasi dan ketatnya kebijakan moneter.

Pemerintah Indonesia harus merumuskan strategi agar tidak terlalu terpengaruh oleh fluktuasi ekonomi dunia yang tidak stabil. Oleh karena itu, pemerintah memilih untuk menerapkan kebijakan kontrasyklis untuk menghadapi gejolak ekonomi global tersebut.

Peran Strategis APBN dalam Pulihnya Ekonomi Indonesia di Tengah Krisis

Suahasil menjelaskan bahwa dalam pelaksanaannya, kebijakan kontrasyklis dilakukan dengan mengambil langkah-langkah yang bertentangan dengan kondisi ekonomi saat itu dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Suahasil memberikan contoh bahwa pada awal pandemi pada tahun 2020, ketika ekonomi sedang terpuruk akibat pandemi, APBN dirancang untuk memiliki defisit yang besar, yaitu hingga minus 6,1%.

Perluasan batas defisit ini disahkan melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Suahasil menjelaskan, “Artinya ketika ekonomi mengalami kontraksi yang dalam, APBN harus meningkatkan belanja.”

Namun, ketika kondisi pandemi mulai mereda dan perekonomian mulai pulih, pemerintah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi defisit dalam APBN. Suahasil mengatakan bahwa kebijakan defisit yang besar seperti yang diterapkan selama pandemi tidak dapat dipertahankan secara terus-menerus. Oleh karena itu, sejak tahun 2022, pemerintah telah mulai mengurangi angka defisit dalam APBN.

Suahasil berpendapat bahwa serangkaian kebijakan ini telah terbukti berhasil dalam mengatasi krisis ekonomi yang dihadapi Indonesia. Salah satu buktinya adalah bahwa pada tahun 2022, pemerintah berhasil mengurangi defisit APBN menjadi 2,4% dari Produk Domestik Bruto. “Ini lebih cepat dari yang diamanatkan dalam undang-undang yang mengharuskan defisit kembali ke level yang lebih rendah pada tahun 2023,” ujar Suahasil.

Suahasil menyatakan bahwa keberhasilan ekonomi Indonesia telah menarik perhatian dunia dan mendapatkan pujian dari IMF serta World Bank. Dia menegaskan bahwa dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asean yang sedang berlangsung di Jakarta, banyak pihak yang mengakui bahwa perekonomian Indonesia memberikan harapan di tengah tekanan global yang ada. “IMF datang memuji, World Bank datang memuji Indonesia,” ungkapnya.

Kinerja Ekonomi Indonesia: Terkagum-Kagum IMF dan World Bank

Hasilnya, pada tahun 2022, Indonesia berhasil mengurangi defisit APBN menjadi 2,4% dari Produk Domestik Bruto, lebih cepat daripada yang diamanatkan oleh undang-undang. Prestasi ini tidak hanya memicu perhatian IMF dan World Bank, tetapi juga memberikan harapan di tengah tekanan global.

Kinerja ekonomi Indonesia yang mengagumkan selama masa pandemi mencerminkan kebijakan yang bijak dan kemampuan adaptasi pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi yang beragam.