Suara misterius yang menghebohkan Sumenep, Madura, Jawa Timur, akhirnya mendapatkan penjelasan ilmiah. Penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari Badan Geologi mengungkapkan bahwa fenomena ini adalah hasil dari proses water-hammer yang terjadi akibat peningkatan tekanan air secara tiba-tiba dalam saluran bawah tanah.
Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele
Artikel ini akan mengulas lebih dalam tentang penelitian tersebut, serta implikasinya terhadap potensi gempa di wilayah tersebut.
Penelitian Badan Geologi: Suara Misterius Sumenep Ternyata Fenomena Water-Hammer
Suara misterius yang terdengar di Sumenep, Madura, Jawa Timur, telah diidentifikasi sebagai hasil dari proses water-hammer, yaitu ketika air tiba-tiba menekan udara di dalam rongga-rongga tanah dan menghasilkan suara yang misterius.
Sebelumnya, sekitar 10 kepala keluarga telah dievakuasi karena suara misterius ini terdengar selama sekitar 10 hari di Dusun Tengah, Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng, Sumenep.
Bunyi tersebut terdengar seperti tumbukan dengan getaran yang menyertainya. Suara dan getaran ini menjadi lebih jelas pada Sabtu (12/8) antara pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB. Bahkan, getaran ini membuat air dalam sumur ikut bergerak.
Para ahli melakukan penelitian di lokasi ini selama beberapa hari untuk mencari tahu penyebabnya. Hasilnya adalah peningkatan tiba-tiba dalam tekanan air dalam sebuah saluran yang menekan udara yang terperangkap di dalamnya.
Karena terdapat rongga dan rekahan di kedalaman 30-40 meter saat melakukan pengeboran, air masuk ke dalam rongga-rongga tersebut, dan udara terperangkap di dalamnya. Tekanan air ini kemudian menghasilkan suara yang misterius.
Menurut Tantan Hidayat, Ketua Tim Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PAT GTL) Badan Geologi, “Akhirnya menghasilkan bunyi.” Tim Badan Geologi Kementerian ESDM juga menyatakan bahwa suara ini mungkin berasal dari proses water-hammer yang terjadi ketika aliran air mengalami peningkatan tekanan secara tiba-tiba dalam sebuah saluran dan menekan udara yang terperangkap di dalamnya.
Hasilnya adalah gelombang tekanan tinggi yang bergerak mundur melalui saluran, menyebabkan suara ketukan atau getaran, yang mungkin disebabkan oleh gempa bumi kecil.
Water-Hammer: Penyebab Suara Misterius dan Implikasinya Terhadap Potensi Gempa
Sebelum teori water-hammer muncul, Badan Geologi telah mempertimbangkan berbagai kemungkinan, termasuk keberadaan gua dan aktivitas penambangan, tetapi pengamatan di lapangan mengesampingkan kemungkinan-kemungkinan ini.
Hipotesis tentang water-hammer muncul setelah Tantan dan tim peneliti menemukan adanya sumur artesis di wilayah tersebut. Air dari sumur artesis ini diduga mendorong rongga-rongga udara di bawah permukaan tanah, yang akhirnya menghasilkan bunyi misterius.
Tantan menjelaskan bahwa dorongan air ini mungkin disebabkan oleh gempa swarm, yaitu serangkaian gempa kecil yang terjadi dalam waktu relatif singkat di wilayah tertentu. Gempa-gempa ini biasanya memiliki magnitudo rendah dan tidak memiliki gempa utama yang jelas sebagai pemicu. Mereka sering terjadi dalam periode singkat, beberapa jam hingga beberapa hari.
Munculnya suara misterius ini juga dipengaruhi oleh kondisi teknis batuan di Desa Moncek Tengah yang memiliki banyak diskontinuitas berupa bidang perlapisan dan retakan-retakan yang tersebar secara acak. Tidak semua retakan ini terisi oleh air, sehingga ketika air mengalami peningkatan tekanan akibat getaran dari gempa bumi swarm, maka terjadi proses water-hammer yang menghasilkan suara ketukan.
Penyelidikan Badan Geologi pada fenomena ini juga menunjukkan adanya indikasi sesar aktif di wilayah tersebut, meskipun kemungkinan tidak berada di wilayah Moncek Tengah. Oleh karena itu, Tantan dan timnya merekomendasikan agar pihak terkait melakukan studi dan pemantauan terhadap potensi sesar aktif sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kerusakan di masa mendatang.
Suara Misterius di Sumenep, Madura: Penjelasan Tentang Fenomena Water-Hammer
Hasil penelitian ini juga mengungkapkan adanya indikasi sesar aktif di wilayah tersebut. Meskipun kemungkinan tidak terletak di lokasi suara misterius tersebut, penemuan ini memiliki implikasi penting dalam pengawasan dan antisipasi potensi kerusakan di masa mendatang.
Oleh karena itu, para peneliti merekomendasikan agar pihak berwenang melakukan studi dan pemantauan yang lebih intensif terhadap potensi sesar aktif sebagai langkah antisipasi dan mitigasi risiko. Suara misterius yang mungkin mengguncang penduduk Sumenep akhirnya mendapatkan penjelasan ilmiah yang solid, yang dapat membantu menjaga keamanan dan kesejahteraan wilayah ini.












