Example floating
Example floating
Birokrasi

Ini Rahasia Peningkatan Layanan Sosial, Data Jadi Kuncinya!

Alfi Fida
×

Ini Rahasia Peningkatan Layanan Sosial, Data Jadi Kuncinya!

Sebarkan artikel ini
Ini Rahasia Peningkatan Layanan Sosial, Data Jadi Kuncinya!
Ini Rahasia Peningkatan Layanan Sosial, Data Jadi Kuncinya!

MEMO

Menteri Sosial Tri Rismaharini menekankan pentingnya menjaga kualitas data sebagai langkah peningkatan layanan kesejahteraan sosial di Kementerian Sosial (Kemensos). Hal ini disampaikannya dalam acara sosialisasi di Sentra “Dharma Guna” Bengkulu dengan tema “Sinergitas Program Kesejahteraan Sosial untuk Mewujudkan Masyarakat Sejahtera Melalui Asesmen Terintegritas dan Bantuan ATENSI.” Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pejabat dari wilayah kerja Sentra “Dharma Guna” dan berlangsung dari 25 hingga 27 Juli 2023.

Baca Juga: Respon Aduan Masyarakat, Saluran Irigasi di Kelurahan Ngampel Sepanjang 115 Meter Langsung Direhab Pemkot Kediri

Acara Sosialisasi di Sentra ‘Dharma Guna’ Bahas Sinergitas Program Kesejahteraan Sosial

Menteri Sosial, Tri Rismaharini, telah mengajukan permohonan kepada seluruh staf di Kementerian Sosial (Kemensos) untuk secara konsisten dan terus-menerus menjaga kualitas data sebagai langkah untuk meningkatkan pelayanan kesejahteraan sosial. Data yang valid memiliki peran krusial dalam peningkatan layanan yang diberikan oleh Kementerian Sosial kepada kelompok rentan, yaitu Penerima Manfaat (PM).

Bertempat di Sentra “Dharma Guna” di Bengkulu, Kemensos mengadakan acara sosialisasi dengan tema “Sinergitas Program Kesejahteraan Sosial untuk Mewujudkan Masyarakat Sejahtera Melalui Asesmen Terintegritas dan Bantuan ATENSI.” Acara ini diadakan di Aula Pertemuan Kantor Dinas Sosial Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, dan berlangsung dari tanggal 25 hingga 27 Juli 2023.

Baca Juga: Reses M Hadi DPRD Jatim Asal Golkar Temukan Keluhan Warga Atas Kurang Singkronnya Kebijakan Walkot Kediri dengan Kadis

Berbagai pejabat hadir dalam kegiatan ini, termasuk Kepala Dinas Sosial Kabupaten/Kota, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, dan Pendamping Sosial dari 10 Kabupaten/Kota yang masuk dalam wilayah kerja Sentra “Dharma Guna” di Bengkulu.

Dalam sambutannya, Kepala Sentra “Dharma Guna,” Syam Wuryani, menyampaikan bahwa Kemensos melakukan pendataan secara simultan setiap tahunnya. Pendataan ini dilakukan melalui asesmen terintegrasi dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas data, yang pada akhirnya berdampak pada akurasi dan kecepatan pemberian bantuan kepada PPKS (Penerima Pelayanan Kesejahteraan Sosial).

Baca Juga: Sengketa Proyek Alun-alun Masuk Babak Baru, Selisih Pembayaran Rp 9 M Lebih  Ditolak Kontraktor, begini pernyataan Kadis PUPR Kota Kediri

Pada tahun 2023, Sentra “Dharma Guna” di Bengkulu, Kemensos menargetkan untuk melakukan asesmen terhadap 6.150 PPKS. Target tersebut mencakup 2.050 klaster anak, 2.050 penyandang disabilitas, dan 2.050 lanjut usia.

Syam Wuryani juga mengajak semua peserta hadirin agar membangun sinergitas antar lembaga, mengurangi ego sektoral, dan mengutamakan kepentingan umum, termasuk sinergitas antarpilar sosial seperti Taruna Siaga Bencana (Tagana), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pendamping Rehsos, Karang Taruna, dan kelompok relawan lainnya.

Bupati Rejang Lebong: Sinergitas Antarlembaga Kunci Keberhasilan Penanganan Masalah Sosial

“Sesuai arahan dari Ibu Mensos, mari kita hilangkan sekat-sekat antarorganisasi dengan kepentingan masing-masing, termasuk di antara pilar sosial dan kelompok relawan. Saatnya kita bekerja sama dengan semangat kesetiakawanan sosial demi memberikan kinerja terbaik dalam menyelesaikan permasalahan sosial di lapangan,” ungkap Syam dalam keterangannya pada Kamis, 27 Juli 2023.

Data yang valid merupakan dasar penting untuk menghindari berbagai bentuk manipulasi yang dapat mengakibatkan bantuan yang tidak tepat sasaran. Oleh karena itu, para petugas asesmen dituntut untuk bersikap profesional dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan asesmen demi validasi data yang akurat.

Bupati Kabupaten Rejang Lebong, Syamsul Effendi, yang juga turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyatakan bahwa Kemensos memiliki komitmen yang tinggi dalam memberikan pelayanan kepada PPKS dan menangani berbagai permasalahan sosial.

Untuk mencapai kinerja yang optimal, diperlukan koordinasi, komunikasi, dan sinergitas di antara instansi terkait. Kegiatan seperti sosialisasi ini bukanlah hal baru, namun harus dilakukan secara rutin agar lebih efektif.

“Melalui asesmen yang efektif, kita dapat meningkatkan akurasi bantuan kepada tiga kelompok sasaran, yaitu lansia, disabilitas, dan anak,” kata Syamsul Effendi.

Selain itu, Syamsul Effendi juga menekankan pentingnya sinergitas yang dimulai dari tingkat terkecil, yaitu antara petugas, Kepala Desa, Camat, dan Petugas Sosial. Semua pihak harus dapat bekerja bersinergi dan menjalankan tugas serta fungsi dengan baik agar program berjalan sejalan dan data yang dihasilkan berkualitas.

Dalam acara tersebut, hadir juga beberapa pejabat lainnya seperti Kepala Sentra “Dharma Guna” di Bengkulu, Syam Wuryani, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, Iskandar ZO, yang memberikan materi terkait Arti Penting Ketepatan Sasaran Penerima Bantuan bagi PPKS.

Tidak ketinggalan, Kasi Ekonomi dan Keuangan pada Asisten Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Riky Musriza, juga memberikan materi tentang Peran Kejaksaan dalam Pengamanan dan Pengawalan Penyaluran Bantuan Sosial.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten/Kota Provinsi Bengkulu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, dan Perwakilan Pendamping Sosial juga turut hadir dalam acara tersebut.

Kemensos Dorong Sinergitas dan Kualitas Data dalam Pelayanan Kesejahteraan Sosial

Dalam acara sosialisasi di Sentra “Dharma Guna” Bengkulu, Kemensos menekankan perlunya kualitas data yang valid untuk meningkatkan pelayanan kesejahteraan sosial. Dengan asesmen terintegrasi, Kemensos berupaya meningkatkan ketepatan dan kecepatan bantuan kepada Penerima Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) seperti anak, penyandang disabilitas, dan lansia.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Kepala Sentra “Dharma Guna,” Syam Wuryani, mengajak semua pihak untuk membangun sinergitas antarlembaga dan mengutamakan kepentingan umum. Sinergitas ini diharapkan dapat meminimalisir sekat-sekat antarorganisasi dan menciptakan kerja sama dengan semangat kesetiakawanan sosial.

Acara tersebut turut dihadiri oleh berbagai pejabat, termasuk Bupati Kabupaten Rejang Lebong, Syamsul Effendi, yang menyatakan komitmen tinggi Kemensos dalam memberikan pelayanan kepada PPKS dan menangani permasalahan sosial.

Koordinasi, komunikasi, dan sinergitas antarinstansi terkait juga dianggap penting untuk meningkatkan efektivitas pelayanan. Oleh karena itu, asesmen yang efektif sangat dibutuhkan untuk memastikan bantuan tepat sasaran kepada lansia, disabilitas, dan anak.