Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa terjadi letusan gunung Semeru yang menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi 800 meter dari pusat kawahnya di wilayah Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Yadi Yuliandi, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, menyatakan bahwa letusan terjadi pada pukul 06.02 WIB, dengan kolom abu intensitas sedang yang berwarna putih hingga kelabu dan mengarah ke tenggara.
Baca Juga: Laksanakan Tugas Kemanusiaan, Babinsa Koramil 02 Pesantren / Kodim 0809 Kediri Amankan dan Evakuasi ODGJ di Kelurahan Tempurejo
Menurut laporan yang diterima di Jakarta, amplitudo maksimum gempa mencapai 22 milimeter dengan durasi 131 detik.
PVMBG mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari pusat letusan. Masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terkena awan panas dan aliran lahar, bahkan hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Baca Juga: Pasca Insiden Pengendara Sepeda Motor Tertemper KA Brantas di Perlintasan JPL 265 KM 172+762 Petak Jalan Kras–Ngadiluwih,PT KAI Daop 7 Madiun Ingatkan Rambu Tanda Dahulukan Laju KA
Detil Letusan dan Aktivitas Gempa Terbaru Gunung Semeru
Selain itu, PVMBG juga mengingatkan agar masyarakat tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu.
Pada tanggal 11 Februari 2024, Gunung Semeru mencatat 88 kali gempa letusan, delapan kali gempa guguran, 19 kali gempa hembusan, 22 kali gempa harmonik, dan tiga kali gempa tektonik jauh dalam periode 00.00 hingga 24.00 WIB.