Example floating
Example floating
Peristiwa

PVMBG Laporkan Letusan Gunung Semeru, Warga Diminta Waspada

Alfi Fida
×

PVMBG Laporkan Letusan Gunung Semeru, Warga Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini
PVMBG Laporkan Letusan Gunung Semeru, Warga Diminta Waspada
PVMBG Laporkan Letusan Gunung Semeru, Warga Diminta Waspada

MEMO

Gunung Semeru, gunung api paling aktif di Indonesia, kembali mengeluarkan letusan yang menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi 800 meter. PVMBG memperingatkan masyarakat untuk menjauhi sektor tenggara gunung dan mengikuti larangan aktivitas dalam radius tertentu guna menghindari bahaya lontaran batu dan aliran lahar.

Baca Juga: Fenomena Lubang Amblas Gemparkan Warga, Pakar Geologi UGM Beberkan Ini

Letusan Terbaru Gunung Semeru, Bahaya Mengintai Dekat!

Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa terjadi letusan gunung Semeru yang menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi 800 meter dari pusat kawahnya di wilayah Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Yadi Yuliandi, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, menyatakan bahwa letusan terjadi pada pukul 06.02 WIB, dengan kolom abu intensitas sedang yang berwarna putih hingga kelabu dan mengarah ke tenggara.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Menurut laporan yang diterima di Jakarta, amplitudo maksimum gempa mencapai 22 milimeter dengan durasi 131 detik.

PVMBG mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari pusat letusan. Masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terkena awan panas dan aliran lahar, bahkan hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

Detil Letusan dan Aktivitas Gempa Terbaru Gunung Semeru

Selain itu, PVMBG juga mengingatkan agar masyarakat tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu.

Pada tanggal 11 Februari 2024, Gunung Semeru mencatat 88 kali gempa letusan, delapan kali gempa guguran, 19 kali gempa hembusan, 22 kali gempa harmonik, dan tiga kali gempa tektonik jauh dalam periode 00.00 hingga 24.00 WIB.

Sementara pada tanggal 12 Februari 2024, dalam periode 00.00 hingga 06.00 WIB, Gunung Semeru mengalami 19 kali gempa letusan, satu kali gempa guguran, dan 11 kali gempa hembusan.

Gunung Semeru dikenal sebagai gunung api paling aktif di Indonesia. Selama tahun lalu, gunung ini mengalami 29.131 kali erupsi.

PVMBG terus memantau secara visual dan instrumental Gunung Semeru dari dua pos pengamatan yang berada di Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, serta di Desa Argosuko, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

Pemantauan Aktivitas Gunung Semeru oleh PVMBG: Menanggapi Peningkatan Risiko dan Memberikan Peringatan Penting bagi Masyarakat

PVMBG terus memantau aktivitas Gunung Semeru melalui dua pos pengamatan di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Dengan 88 kali gempa letusan, 19 kali gempa hembusan, dan 22 kali gempa harmonik pada 11 Februari 2024, serta 19 kali gempa letusan dan 11 kali gempa hembusan pada 12 Februari 2024, aktivitas gunung ini menunjukkan peningkatan risiko bagi masyarakat sekitar.

Oleh karena itu, pengawasan dan peringatan PVMBG menjadi kunci untuk mengurangi dampak bencana yang mungkin terjadi.