Infeksi parah yang terdeteksi sejak 9 Agustus 2025 mendorong tim medis untuk memberikan antibiotik dan obat-obatan keras demi menstabilkan tekanan darahnya. Kondisi ini menjadi sorotan serius, terutama mengingat status sang putri sebagai salah satu pewaris takhta yang potensial.
Di mata masyarakat, Putri Bha adalah simbol modernisasi monarki. Dengan pendidikan tinggi dari Inggris dan AS, ia dikenal vokal mengadvokasi hak-hak narapidana perempuan. Ia bahkan diangkat ke posisi senior dalam komando pengawal kerajaan dan memiliki kedekatan khusus dengan sang ayah, Raja Maha Vajiralongkorn.
Sembari tim medis berjuang, penantian panjang pun terjadi di Thailand. Raja Maha Vajiralongkorn (73) hingga kini belum menunjuk penerus takhta secara resmi. Tradisi mengutamakan keturunan laki-laki, tetapi sosok Putri Bha yang berpengaruh membuat spekulasi tentang garis suksesi terus berhembus.
Semua ini terjadi di bawah bayang-bayang hukum lese-majeste yang sangat ketat. Hukum ini membuat media dan publik harus sangat berhati-hati dalam melaporkan atau membicarakan keluarga kerajaan. Dengan demikian, setiap pernyataan resmi yang dikeluarkan istana menjadi informasi yang sangat berharga dan ditunggu-tunggu oleh seluruh rakyat Thailand.
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik












