
NGANJUK,MEMO.CO.ID – Puluhan hektar tanaman padi di dua kecamatan yaitu pace dan sukomoro sudah hampir sepekan terakhir ini terendam banjir. Genangan air yang membanjiri sawah milik petani berasal dari luapan air sungai sumengko yang tidak mampu menampung derasnya curah air hujan yang intensitasnya terus tinggi.
Dengan kondisi itu, sejumlah petani dipastikan terancam akan gagal panen. Pasalnya hampir 80% tanaman padi yang tergenang air selama berhari hari sudah tidak bisa diselamatkan lagi. ” Batang padi sudah membusuk juga daun mulai kering,” ucap Sumardi petani asal Desa Sumengko .
Menurut Sumardi, musibah banjir dan gagal panen seperti ini sudah sering dialami petani setiap musim penghujan.Kerugian dari masing masing petani karena ancaman gagal panen menurut dia bisa mencapai puluhan jua rupiah.
Baca Juga: Sembunyian Aib, Camat Banyakan Hari Utomo Serahkan Uang Suap ke Kejaksaan
” Persoalan banjir dan gagal panen sudah langganan setiap tahun mas,” imbuhnya kesal.
Ditanya wartawan seputar harapan petani lebih jauh dikatakan dia secepatnya dinas terkait melakukan normalisasi sungai. Tujuanya agar bisa menampung air hujan sehingga tidak sampai meluap kesawah.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Hal senada juga dikatakan Kaseno petani asal Desa Kepanjen Kecamatan Pace saat ditemui wartawan mengaku keluhan petani soal banjir dan gagal panen sudah sering dilaporkan kepada PPL, namun belum ada tanggapan dan tindakan dari dinas terkait. ” Petani sudah berulangkali mengadu petugas penyuluh, namun sampai saat sekarang belum ada tanggapan,” keluhnya.
Sementara ditempat terpisah ditegaskan Basori,Sag salah satu anggota DPRD Nganjuk dari komisi B sangat menyayangkan dengan kinerja pejabat dilingkup dinas terkait. Semestinya pihak dinas segera turun dan merumuskan tindakan yang diambil sesuai porsi persoalan yang dihadapi petani. ” Termasuk sosialisasi asuransi gagal panen jarang disampaikan ditingkat kelompok tani. Kerja PPL kesannya sibuk jual obat pertanian bekerjasama dengan pihak seller obat pertanian,” tegasnya.
Sekedar diketahui sampai berita ini ditulis,debet air belum tampak surut. Tanaman padi rata rata masih berumur satu bulan masih terendam banjir. (adi)












