Example floating
Example floating
Daerah

Proyek Pamsimas Desa Agel Situbondo Mangkrak

A. Daroini
×

Proyek Pamsimas Desa Agel Situbondo Mangkrak

Sebarkan artikel ini

[ad_1]

Situbondo, Memo

Baca Juga: Awalnya YAKUZA MANEGES Kediri Telah Upayakan Restorative Justice dalam Kasus Kredit Fiktif Oknum Polisi

Proyek pembangunan sarana air minum dan sanitasi di Desa Agel Kecamatan Jangkar Kabupaten Situbondo Jawa Timur mangkrak.

Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) itu dibangun tahun 2019 lalu seharusnya sudah selesai dan bisa di manfaatkan oleh masyarakat, namun sampai saat ini memasuki bulan agustus 2020 belum juga selesai malah terbengkalai, sedangkan masyarakat sangat membutuhkannya.

Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik

H. Sugianto selaku warga dan juga aktivis mengatakan, Mangkraknya Proyek pembangunan sarana air minum dan sanitasi tidak jelas apa kendalanya. Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) ini masih mencapai 60 persen pengerjaannya dan seharusnya sudah selesai tahun 2019 lalu.

“Entah apa alasannya sampai saat ini Pamsimas itu belum selesai, kami tidak tahu. Padahal warga di sini sangat membutuhkan air bersih Bagaimanalah ini? dan saya nilai ini proyek gagal” ujar Sugiyanto.

Baca Juga: Sinergi LDII dan Ponpes Wali Barokah Kediri Wujudkan Kesalehan Sosial Melalui Santunan Anak Yatim dan Dhuafa

Menurut Sugiyanto Proyek Pamsimas salah satu program nasional untuk penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat yang dilaksanakan pemerintah dengan dukungan Bank dunia Program pusat ini menyasar ke wilayah-wilayah perdesaan dan pinggiran kota.

Sugiyanto menjelaskan, sesuai dengan fakta di lapangan tidak tahu apa penyebab proyek itu tidak selesai dikerjakan sampai saat ini. Warga di sana juga tidak tahu berapa jumlah dana yang digelontorkan pemerintah untuk pembangunan Pamsimas karena tidak transparannya dari pihak desa mengenai anggaran. Semenatra anggaran Proyek Pamsimas ini bernilai Rp 300 juta lebih.