Example floating
Example floating
Home

Ini Dia! Proyek Mega Tanggul Raksasa Cegah Abrasi Memukau!

Alfi Fida
×

Ini Dia! Proyek Mega Tanggul Raksasa Cegah Abrasi Memukau!

Sebarkan artikel ini
Ini Dia! Proyek Mega Tanggul Raksasa Cegah Abrasi Memukau!
Ini Dia! Proyek Mega Tanggul Raksasa Cegah Abrasi Memukau!

MEMO

Pemerintah Indonesia Rencanakan Proyek Giant Sea Wall di Jawa Tengah untuk Cegah Abrasi Air Laut

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Pemerintah Indonesia memiliki rencana ambisius untuk membangun Giant Sea Wall atau tanggul raksasa di kawasan pesisir utara Jawa Tengah. Proyek ini ditujukan untuk melindungi kawasan tersebut dari ancaman abrasi air laut yang dapat menyebabkan kerusakan serius.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menyusun roadmap untuk proyek ini, termasuk penggunaan Tol ‘Atlantis’ Semarang-Demak sebagai bagian dari tanggul.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

Meskipun pembebasan lahan dan kendala ganti rugi ‘Tanah Musnah’ menjadi tantangan, progres proyek ini tetap berjalan. Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, berpendapat bahwa proyek Tol Tanggul Raksasa bisa diperpanjang hingga mencakup wilayah Pekalongan, Batang, Tegal, dan Brebes, yang akan memberikan manfaat besar bagi wilayah pantura.

Pemerintah Indonesia Siap Bangun Giant Sea Wall di Jawa Tengah

Pemerintah Indonesia berencana untuk membangun Giant Sea Wall atau tanggul raksasa di kawasan pesisir utara Jawa Tengah. Tujuan dari proyek ini adalah mencegah abrasi air laut yang dapat menyebabkan kerusakan pada kawasan tersebut.

Baca Juga: Pengawasan Dana Desa: Hak & Kewajiban Aktif Masyarakat

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menyusun rencana proyek ini. Salah satu langkahnya adalah mengaktifkan fungsi Tol ‘Atlantis’ Semarang-Demak sebagai bagian dari tanggul.

“Sudah ada studi yang dilakukan oleh Bappenas mengenai Giant Sea Wall, mungkin kita bisa menggunakan bendung tersebut.

Jika berhasil, ini akan menjadi proyek masa depan karena saat ini kita sedang menyelesaikan proyek Tol Semarang-Demak,” ujar Airlangga setelah bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di Jakarta pada Senin (17/7/2023).

“Proyek ini bisa dijadikan contoh seperti di Amsterdam, kita akan membangun Giant Sea Wall yang lebih baik,” tambahnya.

Airlangga juga menyatakan bahwa tanggul akan diperluas di sepanjang kawasan pesisir utara Jawa, tidak hanya pada jalur Tol Semarang-Demak saja.

“Selain berfungsi sebagai jalan tol, tanggul ini akan menjadi model yang dapat diterapkan tidak hanya di Semarang, tetapi dapat diperpanjang hingga ke pantai utara Jawa,” kata Airlangga.

Ganjar Pranowo menanggapi rencana tersebut dengan berpendapat bahwa proyek Tol Tanggul Raksasa dapat diperpanjang hingga mencakup Pekalongan, Batang, Tegal, dan Brebes.

“Jika ini bisa dijadikan contoh dan dapat diselesaikan di Pekalongan, ada sedikit di Tegal dan Batang, serta ada sedikit lagi di Brebes, maka seluruh wilayah pantura di beberapa bagian dapat diselesaikan dengan menggunakan model ini,” ujar Ganjar.

Menteri Koordinator dan Gubernur Jawa Tengah Bahas Rencana Proyek Tanggul Raksasa

Namun, pembebasan lahan menjadi tantangan karena beberapa bagian proyek Tol ‘Atlantis’ Semarang-Demak masih belum selesai akibat kendala ganti rugi untuk ‘Tanah Musnah’.

‘Tanah Musnah’ adalah tanah yang telah terkena abrasi dan kini berubah menjadi lautan. Aturan pembebasan lahan menyatakan bahwa warga tidak berhak menerima ganti rugi sebesar 100 persen dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Namun, penolakan dari masyarakat sekitar membuat proyek ini mengalami hambatan. Meskipun begitu, progres proyek ini tetap berlanjut.

“Ganjarnya untuk Tol Semarang-Demak, tadi ada sosialisasi karena beberapa lahan di sana masuk kategori tanah musnah,” jelas Ganjar.

“Saat ini kami sedang melakukan sosialisasi agar cara pemberian ganti rugi atau yang sekarang disebut sebagai ganti untung dapat benar-benar melindungi masyarakat yang berada di kawasan antara Kota Semarang dan Demak,” tambahnya.

Proyek Giant Sea Wall di Jawa Tengah: Rencana Ambisius Menuju Perlindungan Pesisir yang Tantang

Penggunaan teknologi dan model yang tepat, seperti yang diterapkan di Amsterdam, menjadi inspirasi untuk proyek ini.

Airlangga Hartarto berharap bahwa Giant Sea Wall yang dibangun akan menjadi model yang dapat diterapkan di banyak wilayah pesisir utara Jawa, bukan hanya di Semarang-Demak, tetapi bahkan hingga pantai utara Jawa.

Selain berfungsi sebagai jalan tol, tanggul ini akan memberikan perlindungan dari abrasi air laut yang dapat menyebabkan kerusakan besar bagi kawasan pesisir.

Namun, proyek ini juga menghadapi beberapa tantangan, terutama dalam hal pembebasan lahan. Kendala ganti rugi ‘Tanah Musnah’, yaitu tanah yang terkena abrasi dan tidak lagi berbentuk tanah melainkan lautan, menjadi perhatian utama.

Warga yang berada di kawasan tersebut menghadapi kesulitan dalam menerima ganti rugi penuh atas tanah mereka sesuai dengan nilai jual objek pajak. Meskipun begitu, upaya sosialisasi terus dilakukan untuk mencari cara yang adil dan melindungi kepentingan masyarakat di sekitar proyek ini.