Perusahaan tersebut menegaskan bahwa kemasan obat sudah dilengkapi dengan aturan penggunaan dan dosis yang sesuai dengan regulasi BPOM. Mereka menekankan bahwa Paramex hanya boleh digunakan untuk meredakan sakit kepala dan sakit gigi, serta harus diminum sesuai dengan gejala yang muncul dan dihentikan setelah gejala tersebut mereda.
Rachmadi Joesoef, Chief Executive Officer PT Konimex, menambahkan bahwa sejak obat ini beredar sejak tahun 1976, perusahaan terus memantau efek sampingnya dan tidak pernah menerima keluhan terkait efek samping yang disebutkan.
Di sisi lain, Noorman Effendi, Kepala Biro Kerja Sama dan Humas BPOM, juga memberikan tanggapan terkait isu ini. Ia menyatakan bahwa kandungan propyphenazone dalam obat sakit kepala tersebut aman untuk digunakan sesuai dengan petunjuk yang tertera pada kemasan. Ia menekankan pentingnya mengikuti indikasi, dosis, dan aturan penggunaan yang disarankan, serta menggunakan obat tersebut dalam jangka waktu yang singkat.
Dengan demikian, berdasarkan penjelasan dari pihak produsen dan BPOM, obat sakit kepala ini tidak akan menyebabkan anemia aplastik asalkan dikonsumsi sesuai dengan dosis yang dianjurkan.
Baca Juga: Manfaat Segar Air Kelapa Tak Selalu Universal, Perhatikan Kondisi Ini Sebelum Minum
Paramex dan Anemia Aplastik: Mitos atau Fakta? Penjelasan dari Produsen dan BPOM
Dalam menghadapi perbincangan tentang potensi anemia aplastik akibat obat sakit kepala Paramex, PT Konimex sebagai produsen obat dan BPOM memberikan penjelasan yang menenangkan. Mereka menegaskan bahwa informasi efek samping telah dicantumkan berdasarkan proses registrasi obat yang sesuai dengan regulasi.
Perusahaan terus memantau efek samping obat ini sejak beredar pada tahun 1976 dan tidak pernah menerima keluhan terkait efek samping yang disebutkan. BPOM juga menegaskan bahwa kandungan obat tersebut aman digunakan sesuai petunjuk pada kemasan. Dengan demikian, konsumsi Paramex sesuai dosis yang dianjurkan tidak akan menyebabkan anemia aplastik, dan penting untuk mengikuti aturan penggunaan yang disarankan.
Baca Juga: 5 Cara Ampuh Memanfaatkan Air Kelapa untuk Rambut Sehat!












