Meski jumlahnya masih skala kecil, Nurida optimistis pasar sorgum akan terus berkembang. Ia sendiri merupakan nasabah Program Kredit Petani Jawa Timur (PKPJ) dari Bank UMKM Jatim, fasilitas pembiayaan berbunga 6 persen per tahun yang pembayarannya dilakukan pascapanen untuk mendukung sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga hortikultura.
Selain Sueer Sorgum, UMKM binaan lain, CV Bintang Anugrah dari Mojokerto, juga turut dalam misi dagang tersebut. Perusahaan milik Arik Agustiani ini menawarkan produk krecek renyah dan tahan lama. CV Bintang Anugrah adalah nasabah program Kusuma (Kredit untuk Semua Usaha Masyarakat) dengan tenor hingga 8 tahun dan bunga minimal 1,2 persen per bulan.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Irwan Eka Wijaya Arsyad, yang mendampingi langsung kedua UMKM tersebut, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung pelaku usaha lokal. “Kami tidak hanya menyalurkan kredit, tetapi juga menjadi mitra strategis yang mengantarkan UMKM hingga ke panggung promosi. Keberhasilan mitra binaan memotivasi kami untuk terus membantu mereka menembus pasar lebih luas,” tegasnya.
Misi dagang ke Lampung yang digelar Disperindag Jatim ini mencatat nilai transaksi lebih dari Rp1 triliun. Komoditas yang ditawarkan mencakup sektor pertanian, perikanan, perkebunan, industri kreatif, hingga bahan baku industri. Kegiatan tersebut diikuti 153 pelaku usaha, terdiri dari 100 pelaku usaha asal Lampung dan 53 dari Jawa Timur, serta diwarnai penandatanganan kerja sama lintas daerah.












