Example floating
Example floating
Birokrasi

Presiden Ungkap Kerugian Fantastis di Bangka Belitung, Minta Pejabat Wajib Pakai Maung

A. Daroini
×

Presiden Ungkap Kerugian Fantastis di Bangka Belitung, Minta Pejabat Wajib Pakai Maung

Sebarkan artikel ini
Presiden Ungkap Kerugian Fantastis di Bangka Belitung, Minta Pejabat Wajib Pakai Maung

“Sekarang pejabat-pejabat kita, perwira-perwira kita bangga kita tidak pakai Jeep buatan negara lain. Kita pakai Jeep buatan Indonesia sendiri,” jelas Presiden. “Komandan-komandan pasukan kita kalau naik kendaraan mimpin pasukannya, dia bangga dia pakai Jeep buatan Indonesia.”

Curhat Naik Alphard hingga Perintah Wajib ‘Maung’

Momen paling santai dan jujur terjadi ketika Presiden menceritakan pengalamannya naik mobil non-dinas.

Baca Juga: Reses M Hadi DPRD Jatim Asal Golkar Temukan Keluhan Warga Atas Kurang Singkronnya Kebijakan Walkot Kediri dengan Kadis

Presiden mengenang, “Kemarin saya berangkat, harus saya pergi, saya mau incognito, jadi saya enggak mau pakai… saya pakai mobil biasa, tapi saya pakai Alphard. Sudah lama saya enggak menikmati Alphard. Enak juga ini, ya.”

Namun, ia segera teringat akan posisinya sebagai pemimpin yang harus memberi contoh.

Baca Juga: Sengketa Proyek Alun-alun Masuk Babak Baru, Selisih Pembayaran Rp 9 M Lebih  Ditolak Kontraktor, begini pernyataan Kadis PUPR Kota Kediri

“Tapi [Prabowo] ingat, kamu Presiden di Indonesia harus beri contoh. Ya sudah, pakai Maung terus,” imbuhnya sambil bercanda.

Setelah itu, ia mengeluarkan perintah tegas dan santai yang ditujukan kepada para menteri dan pejabat yang hadir:

Baca Juga: Kasus TPA Pojok Kediri Masuk Persidangan, Hakim : Silakan Penuhi Persyaratan Sebelum Gugatan Saudara Dinyatakan Sah

“Dan sebentar lagi, saudara-saudara semua harus pakai Maung. Saya enggak mau tahu tuh yang mobil-mobil bagus. Pakai kalau kalau libur saja, ya. Pada saat saya enggak panggil, kau bolehlah kau pakai [mobil] B.”

Presiden kemudian mengakhiri pidatonya dengan permintaan maaf kepada media karena ia harus melanjutkan pembahasan yang bersifat internal. “Jadi usirnya sopan, karena bagian ini enggak boleh kau dengar. Jadi, ada hal-hal yang memang belum siap untuk diumumkan,” pungkasnya sambil mempersilakan hadirin menikmati hidangan.