Puncak ketegangan terjadi saat para pengunjuk rasa berhasil menerobos gedung parlemen. Aparat keamanan terpaksa menggunakan meriam air, gas air mata, dan peluru tajam untuk membubarkan massa, yang mengakibatkan banyak demonstran terluka. Situasi ini memaksa otoritas Kathmandu memberlakukan jam malam di beberapa distrik.
Kerusuhan ini dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya pemblokiran situs media sosial pada 4 September lalu. Meskipun pemblokiran sempat dicabut, tampaknya hal itu sudah terlambat untuk meredam amarah massa.
Kini, dengan mundurnya presiden dan ribuan tahanan yang kabur, masa depan Nepal berada di ambang ketidakpastian.












