“Bagaimana kita bisa mendorong pertumbuhan UMKM dan perekonomian dalam negeri jika kita terus melakukan pembelian barang impor yang tidak mendukung produk dalam negeri?” tambahnya.
Penggunaan kata “bodoh” terkait dengan kebijakan pembelian barang impor oleh kementerian dan lembaga bukanlah hal baru yang dilakukan oleh Presiden Jokowi. Hal serupa juga telah terjadi pada bulan Juni 2022 dan saat Pengarahan Presiden RI mengenai Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia (BBI) pada Jumat (25/3) yang lalu. Presiden menggunakan kata ini karena banyak barang impor yang sebenarnya telah diproduksi di dalam negeri.
“Kita seharusnya tidak diam dan secara konsisten membeli produk-produk yang telah diproduksi oleh pabrik-pabrik, industri-industri, dan UMKM kita. Ini adalah tindakan bodoh jika kita tidak melakukannya,” tegas Jokowi saat itu.
Presiden Jokowi Kritik Kebijakan Belanja Barang Impor: ‘Kita Harus Lebih Cerdas
Penggunaan kata “bodoh” oleh Presiden Jokowi dalam kritik terhadap kebijakan pembelian barang impor tidak hanya terjadi satu kali. Beliau telah mengeluarkan kritik serupa pada berbagai kesempatan, termasuk dalam Pengarahan Presiden mengenai Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia (BBI).
Baca Juga: Satpol PP Kediri Asah Ketangkasan Anggota Satlinmas Kabupaten Kediri
Jokowi menekankan bahwa banyak barang impor yang sebenarnya sudah bisa diproduksi di dalam negeri. Oleh karena itu, beliau mendorong instansi terkait untuk lebih cerdas dalam pengelolaan anggaran dan mendukung produk-produk dalam negeri, demi mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi nasional yang berkelanjutan.












