MEMO, Semarang: PT PLN (Persero) telah berhasil melakukan revitalisasi jaringan kelistrikan di kawasan kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Dalam proyek ini, PLN menggunakan kabel bawah tanah untuk pertama kalinya di wilayah kampus di Indonesia.
Baca Juga: Anak Bakar Rumah Orang Tua di Pati Akibat Ayah Bawa Selingkuhan ke Rumah
Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik di UGM, sehingga kegiatan perkuliahan dan penelitian dapat berjalan tanpa gangguan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, bersama dengan Rektor UGM, Ova Emilia, memberikan apresiasi atas kolaborasi ini yang akan membuat listrik UGM semakin handal.
Perubahan Konstruksi: Dari Saluran Udara Menjadi Saluran Kabel Tegangan Menengah di Kampus UGM
PLN (Persero) telah melakukan revitalisasi jaringan kelistrikan di kawasan kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta untuk pertama kalinya sejak pendiriannya.
Ini juga menjadi yang pertama di Indonesia dalam penggunaan kabel bawah tanah di area kampus.
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik
Kunjungan Dirut PLN dan Dukungan Revitalisasi Kelistrikan UGM oleh Rektor Ova Emilia
Dalam kunjungannya, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, secara langsung meninjau proses perubahan konstruksi dari Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) menjadi Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM).
Sementara itu, Rektor UGM, Ova Emilia, menyambut baik kunjungan Dirut PLN dan mengungkapkan terima kasih atas bantuan dalam merevitalisasi jaringan kelistrikan kampus UGM.
Revitalisasi ini diharapkan akan meningkatkan keandalan pasokan listrik di UGM.
Dalam penjelasannya, Dirut PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa revitalisasi kelistrikan di UGM mencakup peningkatan keandalan suplai listrik dan penataan jaringan melalui penggunaan kabel bawah tanah.
PLN dan timnya berusaha untuk merevitalisasi sistem listrik yang ada di UGM, dan akan menanam kabel tegangan menengah dan tegangan rendah.
Sebelumnya, revitalisasi dengan menggunakan kabel bawah tanah telah dilakukan di kawasan Malioboro, Yogyakarta.
Namun, proyek revitalisasi di wilayah UGM ini merupakan proyek revitalisasi kabel bawah tanah terpanjang di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dengan panjang mencapai 1,6 kilometer.
GM PLN UID Jateng dan DIY, Mochamad Soffin Hadi, mengungkapkan bahwa PLN juga akan membangun dua gardu penghubung dan menambah penyulang dari Gardu Induk Gejayan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik.
PLN juga telah membangun Express Feeder GI Gejayan – GH UGM yang menggunakan kabel MVITIC 20 kilovolt (kV). Dengan penambahan ini, keandalan pasokan listrik di kawasan tersebut akan semakin baik, sejalan dengan komitmen PLN untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
Soffin juga memberikan keyakinan bahwa saat ini pasokan dan jaringan listrik untuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam kondisi yang andal. PLN sedang melakukan pemeliharaan jaringan dengan melibatkan 53 personel tim PDKB yang dilengkapi dengan 5 Kendaraan PDKB dan peralatan tercanggih.
Pekerjaan pemeliharaan ini dilakukan dengan standar mutu kelas dunia dan sangat memperhatikan keselamatan. Yang unik adalah, meskipun ada perbaikan yang dilakukan, pasokan listrik ke pelanggan tetap terjaga.
Secara keseluruhan, revitalisasi jaringan kelistrikan di UGM oleh PLN merupakan langkah penting dalam meningkatkan keandalan pasokan listrik di kampus tersebut.
Diharapkan proyek ini dapat menjadi contoh bagi kampus-kampus lain di Indonesia untuk mengadopsi teknologi modern dalam penyediaan listrik.












