MEMO, Jakarta: Pj. Bupati Aceh Tengah T. Mirzuan berkunjung ke Direktur Jendral Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI. Pertemuan tersebut berlangsung di Kementerian Perhubungan, Direktorat Angkutan Udara, Lantai 21, Rabu (31/05/2023).
Mirzuan mengusulkan penerbangan perintis rute Rembele – Banda Aceh PP dan Banda Aceh – Rembele – Gayo Lues – Simelue dan reguler untuk Rembele – Jakarta PP.
Ungkapnya, sangat disayangkan jika infrastruktur yang mendukung tidak dibarengi dengan pelayanan penerbangan. “Infrastruktur kita sangat mendukung sayang jika tidak ada aktivitas pelayanan penerbangan, potensi wilayah tengah cukup besar kebutuhannya dan kami mengusulkan penerbangan perintis rute Rembele – Banda Aceh PP dan Banda Aceh – Rembele – Gayo Lues – Simeulue dan reguler untuk Rembele – Jakarta PP”, tambahnya.
Disebutkan Mirzuan, sejak pandemi Covid 19 melanda dan naiknya harga avtur, penumpang bandara Rembele mulai menurun. Bahkan lima bulan terkahir, Bandara Rembele tidak aktif melayani penerbangan, karena operator pesawat tidak dapat menutupi biaya operasional akibat dari tingginya harga tiket pesawat.
Baca Juga: Sukseskan Program KDMP dan KKMP, Dandim 0809/Kediri Undang Silaturahmi LSM dan Wartawan
“Operasional Cost operator pesawat yang tinggi, memaksa kita berupaya mensubsidi pihak operator dengan melakukan block seat, atau melalui instruksi untuk memperbanyak frekuensi penerbangan, tetapi subsidi itu membebankan APBD kita yang sangat terbatas”, ujar T. Mirzuan.
Mirzuan beharap kebijakan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan untuk membantu subsidi penerbangan di Bandara Rembele guna mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah tengah.












