“Pilot pesawat pertama seharusnya melakukan pengecekan ulang target minimal tiga kali selama proses penerbangan, namun hal ini tidak dilakukan,” ungkap Angkatan Udara Korsel, seperti dikutip Yonhap.
Pilot jet pertama juga gagal menyadari kesalahannya saat memasukkan koordinat ke sistem perencanaan misi, dan tidak memeriksa ulang pesawat setelah perangkat transfer data penerbangan dipasang sebelum lepas landas.
Pilot tersebut mengabaikan perubahan kecil pada rute penerbangan dan langsung menjatuhkan bom tanpa memverifikasi koordinat, demi menyelesaikan misi tepat waktu.
Pilot jet kedua sebenarnya memasukkan koordinat yang benar. Namun, karena latihan yang dilakukan adalah serangan serentak, ia mengikuti tindakan pesawat pertama.
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan menyatakan, insiden ini terjadi saat latihan gabungan Korsel-Amerika Serikat di Lapangan Tembak Seungjin, Pocheon. Latihan tersebut melibatkan pesawat tempur F-35A, F-15K, KF-16, dan FA-50.












