Nganjuk, Memo
Petani tinggal di tengah area persawahan, jarang bergaul dengan warga, tidak ada yang menduga, jika dia terlibat dalam dugaan terorisme. Warga Kentingan Desa Puhkerep Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk, dikagetkan dengan kasus penangkapan seorang petani warganya moleh polisi karena diduga teroris.
Baca Juga: Tom Lembong Buka-bukaan Diskusi Rahasia dengan Jokowi di Istana Bogor, Sebelum Perintah Impor
Dia adalah seorang petani, seorang teroris yang dicurigai di dusun keving, desa Puhkerep, Kec. Rejoso, Kabupaten Nganjuk, diketahui seorang pendiam. Selesai aktivitas di ladang, ia menghabiskan lebih banyak waktu di rumah.
Kasun Kentongan, Siti Nur Hasanah, mengatakan bahwa terduga teroris berusia 25 tahun itu dicurigai, hidup bersama istrinya dan melangkah di Dusun Kentongan, lebih dari 3 tahun tinggal di Kenmtingan, keluarganya dikenal jarang bergaul
Baca Juga: Jejak Kasus Korupsi Kuota Haji Berujung Penahanan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas
Kegiatannya, sehabis dari sawah, mereka menghabiskan lebih banyak waktu di rumah. Rumahnya ada di tengah sawah.
Setelah penangkapan LA, istrinya dan putranya tidak terlihat di rumah.
Kemungkinan mereka tinggal bersama orang tua istrinya. Saat ini kondisi rumah kosong. Sebagian besar penduduk tidak berharap jika dia terlibat dalam jaringan teroris.
Baca Juga: Fakta Baru Kasus Suap Perangkat Desa Kediri Ungkap Kelemahan Verifikasi Unisma
Sementara itu IPTU Nicholas Bagas Yudhi Kurniawan Kepala Unit Reserse Kriminal Polisi Nganjuk mengkonfirmasi penangkapannya. Menurutnya, penangkapan itu dilakukan oleh tim Densus 88. Unit reserse kriminal polisi Nganjuk hanya mengamankan lokasi.
Sebelumnya, Detasemen 88 Antiteror Polri, Selasa sore kemarin menangkap LA, terduga Teroris di Dusun Kentingan dari Desa Puhkerep, Kabupaten Rejoso, Kabupaten Nganjuk dengan bukti yang disita, berupa buku figh jihat. ( adi )












