Kediri, Memo
Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) Cabang Madiun Gerojok 6 Ton Minyak Goreng di Pasar Tradisional. Dropping minyak goreng di pasar tradisional itu untuk memenuhi permintaan pasar terhadap minyak goreng yang belakangan ini terus menerus hilang dari peredaran. Pasar tradisional di Kota Kediri, yakni Pasar Setonobetek, pagi tadi digerojok 6000 kg minyak goreng curah subsidi
Baca Juga: Bantah Lakukan Pemukulan Sekdes Dimong Madiun Protes Keputusan Mutasi Sepihak
Distribusi ke pasar Setonobetek diakukan oleh PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) Cabang Madiun . Harga beli dari PT. PPI (Persero) ini jauh lebih murah daripada yang ada di bberapa agen yang biasa memasok minyak goreng curah.
Setelah Pasar Setonobetek, PT. PPI (Persero) Cabang Madiun juga akan mengagendakan pendistribusian minyak goreng curah subsidi di pasar tradisonal lain di sekitar Kediri Raya.
Pendistribusian minyak goreng curah bersubsidi yang bekerjasama dengan PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) Cabang Madiun ini dilakukan di Pasar Setonobetek. Ini merupakan kali kedua setelah dropping pertama pada tanggal 9 Maret 2022 yang lalu.
Baca Juga: Kualitas Menu Makan Bergizi Gratis di Madiun Disorot Akibat Temuan Jambu Busuk
Terkait harga, harga jual distributor kepada pedagang pasar dibandrol dengan harga Rp14.390/kg. Selanjutnya dijual kepada masyarakat dengan harga Rp15.500/kg sesuai ketetapan dari Kementrian Perdangan melalui Permendag No. 11 Tahun 2022 tentang penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng curah.
Beberapa pedagang pasar di Pasar Setonobetek mengaku senang dengan droping minyak goreng yang dilakukan oleh PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) Cabang Madiun. Selain harganya lebih muurah, pihaknya akan memastikan pasar Setonobetek tidak akan terjadi kelangkaan minyak goreng.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Pedagang juga berharap, perusahaan tersebut juga melakukan droping minyak goreng lagi, sebelum hari raya. Pasalnya, menjelang hari raya Idul Fitri kebutuhan terhadap minyak goreng akan meningkat drastis dibanding hari hari biasanya. Pedagang juga mengakui harga beli dari PT. PPI (Persero) ini jauh lebih murah daripada yang dia dapatkan dari agen yang biasa memasoknya.












