Example floating
Example floating
Birokrasi

Ini Dia! Pertamina Ambil Alih Blok Masela dari Shell!

Alfi Fida
×

Ini Dia! Pertamina Ambil Alih Blok Masela dari Shell!

Sebarkan artikel ini
Ini Dia! Pertamina Ambil Alih Blok Masela dari Shell!
Ini Dia! Pertamina Ambil Alih Blok Masela dari Shell!

MEMO

PT Pertamina (Persero) resmi mengambil alih hak partisipasi Shell di Blok Masela melalui penandatanganan perjanjian jual beli (SPA).

Baca Juga: Sengketa Proyek Alun-alun Masuk Babak Baru, Selisih Pembayaran Rp 9 M Lebih  Ditolak Kontraktor, begini pernyataan Kadis PUPR Kota Kediri

Proses pengambilalihan ini dilakukan dalam acara IPA Convex 2023 di ICE, BSD City. Blok Masela sebelumnya dikuasai oleh Shell dengan porsi 35 persen, namun kini Pertamina dan Petronas mengambil alih dengan porsi masing-masing 20 persen dan 15 persen.

Selain itu, Pertamina juga menandatangani Nota Kesepahaman Strategis Pengembangan Blok Masela dengan Inpex. Rencananya, Pertamina akan masuk ke Blok Masela bersama Petronas, namun rincian nilai investasi belum diungkapkan

Baca Juga: Kasus TPA Pojok Kediri Masuk Persidangan, Hakim : Silakan Penuhi Persyaratan Sebelum Gugatan Saudara Dinyatakan Sah

Pertamina Kuasai Blok Masela dengan Dukungan Petronas dan Inpex

PT Pertamina (Persero) secara resmi mengambil alih hak partisipasi Shell di Blok Masela. Informasi dari detik finance pada hari Selasa (25/7) menyebutkan bahwa proses pengambilalihan ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian jual beli (SPA) terkait hak partisipasi yang diselenggarakan dalam acara IPA Convex 2023 di ICE, BSD City.

Shell melepas 35 persen hak partisipasinya di Blok Masela. Selanjutnya, hak partisipasi tersebut diambil oleh Pertamina melalui PT Pertamina Hulu Energi dan Petronas Masela Sdn Bhd, dengan porsi masing-masing Pertamina sebesar 20 persen dan Petronas sebesar 15 persen.

Baca Juga: Buntut Dugaan Ijazah Palsu Anggota Dewan Kabupaten Kediri, ‎Aliansi Wartawan se-Jawa Timur (AWAS) Dorong Polda Jatim Tuntaskan Secara Hukum

Penandatanganan SPA Blok Masela dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Hulu Energi, yaitu Bapak Wiko Migantoro, dan EVP & CEO Upstream Petronas, yaitu Datuk Adif Zulkifli.