Faktanya, tantangan yang dihadapi Indonesia bukan hanya datang dari dalam negeri. Berdasarkan Global Risk Report 2025 dari World Economic Forum, Indonesia juga harus siap menghadapi risiko global seperti disinformasi, ketidakamanan siber (cyber insecurity), cuaca ekstrem, dan ketidakpastian geopolitik.
Mengingat kompleksitas tantangan ini, OJK mengambil peran aktif dengan menggelar Risk and Governance Summit (RGS) 2025. Melalui acara ini, OJK mendorong pemerintah untuk meningkatkan prinsip GRC. Dengan GRC, tata kelola diharapkan menjadi lebih baik, dan layanan publik—termasuk di sektor keuangan dan regulasi bisnis—dapat ditingkatkan.
Penerapan GRC yang kuat akan menjadi kunci bagi Indonesia untuk mengawal pembangunan dan mewujudkan visi ekonomi yang lebih maju. Hal ini menjadi bukti bahwa perbaikan tata kelola adalah fondasi vital untuk menghadapi risiko, baik dari dalam maupun luar negeri.












