Jakarta, Memo
Di tengah ambisi besar Indonesia untuk menjadi negara maju, ada sebuah tantangan serius yang mengganjal: masalah tata kelola dan korupsi. Peringkat Indonesia di Indeks Persepsi Korupsi (CPI) 2024 masih stagnan di angka 37, menempatkan kita di posisi ke-99 dari 180 negara.
Kondisi ini menjadi alarm bagi semua pihak, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bergerak untuk mendorong solusi: ekosistem governance, risk management, and compliance (GRC).
Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena, menegaskan bahwa GRC bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan sebuah kebutuhan mendesak. Angka CPI yang rendah, ditambah dengan skor Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia yang berada di angka 6,33, menunjukkan bahwa iklim investasi di Tanah Air masih menghadapi berbagai hambatan struktural.
“Ini menunjukkan bahwa iklim usaha di Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan struktural,” tegas Sophia.












