“Dalam skala global, terdapat lebih dari 296 juta pengguna narkotika. Di Indonesia saja, jumlahnya mencapai 3,6 juta. Alasan saya selalu berbicara tentang pentingnya melawan narkotika adalah karena mayoritas korban adalah generasi muda,” jelasnya.
Mengatasi Peredaran Fentanil di Bali: Tantangan dan Upaya BNN
Petrus menegaskan bahwa pihaknya sangat serius dalam memerangi peredaran narkoba di Bali.
Baca Juga: Waspada Modus Baru Narkoba Cair Dalam Vape Incar Generasi Muda Indonesia
“Dari 20 provinsi dengan jumlah narapidana perempuan tertinggi, Bali termasuk salah satunya. Oleh karena itu, fokus utama saya adalah untuk terus menekan peredaran narkotika di Pulau Dewata yang kita cintai ini,” tegasnya.
Sebelumnya, tercatat bahwa kasus kematian akibat overdosis fentanil di Amerika Serikat (AS) meningkat tiga kali lipat. Data ini berdasarkan catatan lima tahun terakhir yang dirilis oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).
Baca Juga: Kepergok Hendak Cabuli Nenek 82 Tahun, Pria di Gowa Nyaris Diamuk Massa
Laporan CDC menunjukkan bahwa hampir 70 ribu orang di AS meninggal karena overdosis obat yang melibatkan fentanil pada tahun 2021. Jumlah ini meningkat hampir empat kali lipat selama lima tahun terakhir.
Menghadapi Ancaman Fentanil di Indonesia: Upaya dan Dampaknya
Kesimpulan artikel ini menekankan perlunya kesadaran dan tindakan berkelanjutan dalam memerangi peredaran fentanil dan narkotika lainnya di Indonesia.
Baca Juga: Bonatua Silalahi Bedah 9 Poin Krusial dalam Salinan Ijazah yang Sempat Dirahasiakan
Koordinasi antarlembaga dan masyarakat serta pendekatan preventif dan rehabilitatif menjadi kunci dalam melindungi generasi muda dan menghadapi ancaman narkotika ini dengan lebih efektif.












