Example floating
Example floating
Sehat BugarinspirasiJatim

Penyakit Stunting pada Anak: Penyebab, Dampak, dan Upaya Pencegahannya

Avatar
×

Penyakit Stunting pada Anak: Penyebab, Dampak, dan Upaya Pencegahannya

Sebarkan artikel ini
Penyakit Stunting pada Anak Penyebab, Dampak, dan Upaya Pencegahannya

MEMO, Tuban: Penyakit stunting pada anak menjadi perhatian serius di Kabupaten Tuban.

Dalam sebuah penjelasan oleh Candra Dewi Kumalasari, Pengelola Bina Kesejahteraan Keluarga dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana, dikemukakan bahwa stunting merupakan gangguan gagal tumbuh dan berkembang yang disebabkan oleh kekurangan gizi.

Baca Juga: Reses M Hadi DPRD Jatim Asal Golkar Temukan Keluhan Warga Atas Kurang Singkronnya Kebijakan Walkot Kediri dengan Kadis

Artikel ini akan mengulas secara mendalam tentang penyakit stunting, termasuk faktor penyebabnya, dampaknya terhadap kesehatan dan kecerdasan anak, serta upaya pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah.

Mengenal Stunting: Gangguan Gagal Tumbuh pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Candra Dewi Kumalasari, seorang pengelola Bina Kesejahteraan Keluarga dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Tuban, menjelaskan mengenai penyakit stunting yang sering terjadi pada anak-anak. Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan dan perkembangan yang berdampak pada kegagalan otak akibat kekurangan gizi. Hari Jumat, tanggal 23 Juni 2023.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Inspeksi Keselamatan dan Pelayanan di Wilayah Daop 7 Madiun

Menurut Candra, anak yang menderita stunting saat dewasa akan lebih rentan terkena penyakit dan memiliki tingkat produktivitas yang lebih rendah dibandingkan dengan anak normal pada umumnya.

“Anak yang mengalami stunting juga memiliki tingkat kecerdasan yang lebih rendah,” ujarnya.

Baca Juga: Seribu Lebih Calon Juru Dakwah LDII Dibekali Penangkalan Radikalisme dan Intolerasi Beragama Oleh Kejati Jatim

Faktor Penyebab Stunting pada Anak: Peran Kekurangan Gizi dan Gaya Hidup Tidak Sehat

Pada kesempatan ini, Candra juga menyatakan bahwa stunting disebabkan oleh banyak sektor, terutama akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama.

“Anak yang mengalami kekurangan gizi selama satu atau dua minggu kemungkinan kecil terkena stunting, tetapi jika kekurangan gizi berlangsung terlalu lama, mereka pasti akan mengalami stunting,” tambahnya.

Selain itu, anak yang sering sakit juga dapat memicu terjadinya stunting karena pola makan yang terganggu, serta pola hidup tidak sehat seperti buang air besar sembarangan. Hal ini juga menjadi salah satu penyebab terjadinya stunting.

“Sebenarnya, stunting tidak hanya dialami oleh orang yang tidak mampu secara finansial, tetapi orang yang mampu secara materi juga dapat mengalami stunting karena kurangnya konsumsi sayuran,” imbuhnya.