Dia juga menambahkan bahwa jumlah jamaah haji tahun lalu hanya mencapai 50% dibandingkan tahun ini karena adanya pembatasan usia dan pandemi COVID-19.
Oleh karena itu, toko tersebut juga mengalami kerugian karena beberapa stok makanan mudah basi.
“Di tahun ini, banyak jamaah haji dari kalangan lansia yang pemberangkatannya tertunda karena pandemi.
Sebelum pandemi, saya sudah memesan barang dan makanan, tetapi setelah pandemi, toko ini langsung ditutup selama 2 tahun karena tidak ada ibadah haji,” tambahnya.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Bu Djoko berharap agar calon jamaah haji dan umrah di masa depan diberikan kelancaran. Hal ini juga akan berdampak pada peningkatan penjualan oleh-oleh dan souvenir haji. (Wulan)
Penjualan pernak-pernik ibadah haji di Kota Semarang mengalami peningkatan signifikan menjelang kedatangan jamaah haji. Pemilik toko Armina, Bu Djoko, telah melakukan persiapan dengan menyiapkan contoh oleh-oleh dan perlengkapan haji.
Meskipun toko mengalami kerugian pada tahun sebelumnya akibat pandemi dan pembatasan usia jamaah haji, harapannya adalah agar jamaah haji dan umroh mendapatkan kelancaran di masa depan, yang juga akan berdampak pada peningkatan penjualan oleh-oleh dan souvenir haji.












