Example floating
Example floating
Life Style

Penghinaan Bisa Merusak Hubungan, Insights dari Ria Ricis dan Teuku Ryan

Alfi Fida
×

Penghinaan Bisa Merusak Hubungan, Insights dari Ria Ricis dan Teuku Ryan

Sebarkan artikel ini
Penghinaan Bisa Merusak Hubungan, Insights dari Ria Ricis dan Teuku Ryan
Penghinaan Bisa Merusak Hubungan, Insights dari Ria Ricis dan Teuku Ryan

MEMO

Ria Ricis, YouTuber terkenal, baru-baru ini mengumumkan perceraian resminya dari suaminya, Teuku Ryan. Fakta-fakta yang terungkap dari dokumen pengadilan menyoroti pentingnya mengatasi penghinaan dalam hubungan, sebuah isu yang ditekankan oleh psikolog terkenal, John Gottman, dalam penelitiannya tentang prediktor perceraian. Dalam tulisan ini, kita akan melihat betapa vitalnya keterbukaan emosional dan penghargaan dalam menjaga keutuhan hubungan, berdasarkan temuan Gottman.

Baca Juga: Langkah Hijau Volume Sampah Ramadhan Di Bondowoso Potensi Meningkat Sarkaspace Hadirkan Drop Box Khusus Botol Plastik Untuk Jaga Kebersihan Kota

Langkah-langkah Menangani Penghinaan dalam Hubungan

YouTuber yang terkenal, Ria Ricis, telah resmi mengumumkan perpisahannya dari suaminya, Teuku Ryan, pada tanggal 2 Mei. Beberapa waktu setelah keputusan tersebut diambil, media sosial menjadi ramai dengan berbagai dokumen pengadilan yang mengungkap sejumlah fakta tentang perceraian mereka.

Dalam dokumen tersebut, diungkapkan beberapa alasan mengapa pasangan selebritas ini memutuskan untuk bercerai, termasuk masalah keuangan dan perlakuan buruk yang dirasakan oleh Ria Ricis dari Teuku Ryan yang membuatnya merasa tersinggung, diremehkan, dan tidak dihargai.

Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur

Hal ini mengingatkan pada penelitian psikolog dan seksolog, John Gottman, yang disampaikan dalam bukunya “What Predicts Divorce?”. Gottman mengungkapkan bahwa ada empat faktor utama yang dapat memprediksi perceraian dalam pernikahan, yakni penghinaan, kritik, sifat defensif, dan stonewalling. Hasil penelitian ini didapatkan setelah melakukan observasi terhadap 40.000 pasangan selama lebih dari 50 tahun.

“Penghinaan adalah prediktor terbesar dari perceraian dalam pernikahan,” ungkap Gottman.

Baca Juga: Fakta!!! Penumpang Daop 7 Madiun Meningkat 4,6 Persen pada Masa Nataru 2025/2026 Dibanding Tahun Sebelumnya

Menurut Gottman, penghinaan sering kali menghasilkan perkataan yang negatif. Salah satu pasangan mungkin merasa lebih unggul atau lebih pintar daripada yang lain, yang akhirnya membuat pasangan yang merasa direndahkan dan tidak dihargai.

Contohnya, ketika seseorang secara kasar terus-menerus menyela pasangannya. Hal ini menunjukkan bahwa orang tersebut merasa bahwa pasangannya tidak memiliki hal yang penting atau menarik untuk diutarakan.